Aesculus chinensis, yang dikenal sebagai chestnut kuda Tiongkok atau buckeye Tiongkok (Hanzi:七叶树; Pinyin:qi ye shu), adalah spesies pohon peluruh iklim sedang dalam genus Aesculus yang ditemukan di seluruh Tiongkok.[1] Spesies ini pertama kali berhasil diperkenalkan ke Inggris pada tahun 1912 oleh pengumpul tanaman William Purdom, yang mengumpulkan enam tanaman muda dari lahan sebuah kuil di perbukitan barat Beijing, dan membawanya kembali ke Pembibitan Veitch di Coombe Hill dekat London.[2][3] Korespondensi Purdom mengenai peristiwa ini disimpan di arsip Arnold Arboretum. Satu tanaman dikirim ke Royal Botanic Gardens Kew dan dua dikirim ke Arnold Arboretum di Boston.[4] Pohon asli di Kew tidak lagi ada, tetapi pohon muda yang dicangkok dari pohon aslinya kini tumbuh di Rhododendron Dell.
Sebagai pohon dewasa, Aesculus chinensis dapat tumbuh setinggi 80–90kaki atau 25m.[5] Daunnya yang berwarna hijau muda berbentuk menjari (palmate) memiliki 5-7 anak daun, yang biasanya gundul di bagian bawah.[6][7]
Pohon ini menghasilkan malai bunga putih tegak yang besar dari bulan Mei hingga Juni. Bunga-bunga ini diikuti oleh kapsul buah bulat dan halus, yang berisi 1 hingga 2 biji berwarna cokelat tua.[8]
Bijinya mengandung saponin triterpenoid[9] dan flavonoid, seperti aescuflavoside dan aescuflavoside A, yang merupakan glikosida dari quercetin.[10] Penelitian telah dilakukan terhadap potensi anti-inflamasi dari empat saponin utama yang terkandung di dalam bijinya.[11][12]
↑Wei, Feng; Ma, Shuang-Cheng; Ma, Lin-Yun; But, Paul Pui-Hay; Lin, Rui-Chao; Khan, Ikhlas A. (2004). "Antiviral Flavonoids from the Seeds of Aesculus chinensis". Journal of Natural Products. 67 (4): 650–3. Bibcode:2004JNAtP..67..650W. doi:10.1021/np030470h. PMID15104496.