Diceritakan pada kitab Pararaton bahwa Dara Jingga, salah satu putri Melayu yang turut dibawa kembali dari Ekspedisi Pamalayu, menikah dengan seorang bangsawan Jawa (alaki 'Dewa').[2] Anaknya disebut 'Tuhan Janaka' atau 'Sri Marmadewa', yang akhirnya bertahta di Sumatra dengan gelar 'Aji Mantrolot'.[2][3] Walaupun demikian, tidak ada sumber sejarah lain yang jelas, yang dapat memastikan bahwa 'Dewa' tersebut adalah Adwayawarman, dan bahwa 'Tuhan Janaka' (atau 'Sri Marmadewa', atau 'Aji Mantrolot') tersebut adalah Adityawarman.[2][3]