Awal mula Adventisme dikenal sebagai sebuah gerakan inter-denominasi. Pemimpin dari aliran ini yang dikenal paling vokal adalah William Miller. Sekitar 50.000 hingga 100.000 orang di Amerika Serikat mendukung perkiraan Miller mengenai waktu kembalinya Kristus. Setelah terjadi " Kekecewaan Besar " pada tanggal 22 Oktober 1844, banyak penganut gerakan itu yang kemudian meninggalkan Adventisme. Penganut Adventisme yang tersisa, kebanyakan melupakan signifikansi ramalan kedatangan Kristus pada tanggal 22 Oktober, tetapi mereka tetap mengharapkan kedatangan kedua Yesus Kristus dalam waktu dekat.[1]
Akan tetapi ada pula yang mempertahankan tanggal 22 Oktober tersebut. Secara khusus mereka mengklaim bahwa Yesus sudah datang bukan secara harfiah tetapi "secara rohani", dan karenanya dikenal sebagai "orang-orang yang rohani". Sebuah kelompok minoritas yang lebih kecil mengusulkan bahwa telah terjadi sesuatu yang konkret pada 22 Oktober, tetapi sudah disalahartikan oleh kebanyakan orang. Belakangan paham ini kemudian muncul dan mengkristal bersama dengan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, bagian dari Adventisme terbesar yang tersisa hingga saat ini.[1]
Konferensi Albany (1845)
Pada tahun 1845, Konferensi Albany yang dihadiri oleh 61 delegasi mencoba menentukan arah dan arti dari gerakan Miller pada masa depan. Pada akrhi pertemuan ini, "Millerit" kemudian berganti nama menjadi "Adventis" atau "Advent Kedua". Namun, para anggota delegasi tidak setuju pada beberapa hal teologis yang diputuskan pada konferensi ini. Empat kelompok kemudian muncul dari konferensi ini: Adventis Injili, The Life and Advent Union, Gereja Kristen Advent, dan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh .
Kelompok terbesar dari aliran ini diorganisir sebagai American Millennial Association, sebagian dari kelompok itu kemudian dikenal sebagai Evangelical Adventist Church.[1] Uniknya, penganut Advent dari aliran ini percaya akan neraka abadi dan adanya kesadaran pada saat kematian. Jumlah pengikutnya merosot, dan pada tahun 1916 nama kelompok ini tidak muncul dalam Sensus Badan Keagamaan Amerika Serikat. Pada saat ini jumlah pengikutnya diketahui sudah berkurang hingga hampir tidak ada. Publikasi utama dari kelompok ini adalah Advent Herald,[4] di mana Sylvester Bliss menjabat sebagai editor hingga kematiannya pada tahun 1863. Publikasi ini kemudian disebut sebagai Messiah's Herald .
Life and Advent Union berdiri pada tahun 1863, dipelopori oleh George Storrs. Ia mendirikan The Bible Examiner pada tahun 1842. Kelompok ini kemudian bergabung dengan Gereja Kristen Advent pada tahun 1964.
Gereja Kristen Advent secara resmi dibentuk pada tahun 1861 dan tumbuh dengan pesat pada tahun-tahun pertamanya. Akan tetapi pada abad ke-20 terjadi penurunan anggota. Penganut Kristen Advent menerbitkan empat buah majalah The Advent Christian Witness, Advent Christian News, Advent Christian Missions dan Maranatha . Penganut aliran ini juga membangun kampus seni liberal di Aurora, Illinois; dan Sekolah Alkitab selama satu tahun di Lenox, Massachusetts, yang bernama Berkshire Institute for Christian Studies.[5] Gereja Kristen Advent Primitif kemudian melepaskan diri dari kongregasi gereja di West Virginia.
Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh berdiri pada tahun 1863. Gereja ini memercayai kekududan Sabat hari ketujuh sebagai hari yang dikuduskan untuk beribadah. Gereja ini menerbitkan Adventist Review, yang dikembangkan dari beberapa publikasi gereja mula-mula. Publikasi untuk remaja dan anak-anak termasuk KidsView, Guide dan Insight. Aliran ini telah berkembang menjadi sebuah denominasi besar dan memiliki berbagai jaringan institusi medis dan pendidikan di seluruh dunia.
Miller tidak bergabung dengan aliran apa pun, dan ia menghabiskan tahun terakhir hidupnya bekerja untuk adanya persatuan, sebelum meninggal pada tahun 1849.