Adiantum venustum, yang dikenal sebagai evergreen maidenhair atau Himalayan maidenhair, adalah spesiespaku-pakuan dalam genusAdiantum dari famili Pteridaceae, yang berasal dari Tiongkok dan Himalaya. Tumbuhan ini tergolong lambat untuk tumbuh dan biasanya hidup di bebatuan yang lembap dan tanah dengan kandungan humus serta dedaunan gugur yang cukup.[1] Tumbuhan ini sangat tahan banting, sebagian besar bersifat hijau abadi hingga suhu −10 °C, di mana tanaman ini kemudian menjadi tumbuhan gugur. Di India, tanaman ini juga dikenal sebagai black Hansraj karena tangkainya yang berwarna hitam pada bagian pelepah daun.[2]
Tanaman ini biasanya tumbuh setinggi 15–25 cm dengan lebar mencapai 0,9 meter.[3][4]Pelepah daun berwarna hijau lembut berbentuk segitiga, dengan banyak segmen berbentuk kipas pada setiap pelepah dan memiliki batang berwarna hitam. Akarnya bersifat rizomatous. Seluruh tanaman membentuk hamparan yang menyebar secara perlahan.[5]
Budidaya
Tanaman ini dibudidayakan sebagai tanaman hias di wilayah beriklim sedang, dan telah mendapatkan Award of Garden Merit dari Royal Horticultural Society.[6] Tanaman ini sangat tahan banting, hingga suhu setidaknya −20°C (−4°F), tetapi membutuhkan kondisi yang benar-benar lembap di tempat teduh penuh atau sebagian. Di Amerika Serikat, tanaman ini cocok untuk zona ketahanan USDA 5–8.[4] Tanaman ini mungkin rentan terhadap kutu perisai dan, pada musim dingin yang basah, karat.[7]
Kegunaan
Paku-pakuan ini digunakan untuk pengobatan flu, sakit kepala, hidrofobia, dan peradangan dada. Tanaman ini juga digunakan sebagai obat antivirus atau antibakteri.[8] Ekstrak dari rizomanya dapat digunakan untuk mengobati diabetes, masalah hati, dan sebagai diuretik.[9] Para peneliti juga menyarankan bahwa ekstrak etanol dari daun dan batang tanaman, yang terdiri dari terpenoid, fitosterol, flavonoid, dan saponin, memiliki sifat yang dapat mengendalikan aktivitas kanker. Ekstrak tersebut telah disuntikkan ke tikus. Namun, ekstrak paku-pakuan ini dapat menyebabkan sedasi, relaksasi otot, dan hipnosis pada tikus.[10]