Biografi
Kehidupan awal
Lahir di Torino dari Olderico Manfredi II dan Berta pada sekitar tahun 1014/1020, awal kehidupan Adelaide tidak begitu dikenal.[4] Adelaide memiliki dua adinda, Immilla dan Berta. Dia mungkin juga memiliki seorang saudara, yang namanya tidak diketahui dan yang meninggal sebelum ayahandanya.[5] Dengan demikian, pada kematian Olderico Manfredi (pada bulan Desember 1033 atau 1034), Adelaide mewarisi sebagian besar properti ayahandanya.[6] Dia menerima properti di wilayah Torino (terutama di Lembah Susa), Auriate, dan Asti. Adelaide juga mewarisi properti, tetapi mungkin bukan otoritas komital, di kabupaten Albenga, Alba, Bredulo dan Ventimiglia.[7] Sangat mungkin bahwa ibunda Adelaide, Berta, sempat bertindak sebagai pemangku takhta untuk Adelaide setelah kematian Olderico Manfredi.
Pernikahan
Karena gelar markgraf terutama memiliki tujuan militer pada saat itu, maka tidak dianggap cocok untuk seorang wanita. Oleh akrena itu, Kaisar Konrad II mengatur pernikahan antara Adelaide dan putra tirinya, Hermann IV, pada tahun 1036 atau 1037. Hermann kemudian ditempatkan sebagai markgraf Torino.[8] Hermann meninggal karena wabah saat berjuang untuk Konrad II di Napoli pada bulan Juli 1038.
Adelaide menikah lagi untuk mengamankan miliknya yang luas. Mungkin pada tahun 1041, dan tentu saja sebelum tanggal 19 Januari 1042, Adelaide menikah dengan Enrico, Markis Montferrat.[9] Enrico meninggal pada sekitar tahun 1045 dan meninggalkan Adelaide sebagai seorang janda untuk yang kedua kalinya. Segera, pernikahan ketiga dilakukan, kali ini dengan Odon dari Savoia (1046). Dengan Odon dia memiliki tiga orang putra, Pierre I, Amadeus II dari Savoia, dan Odon. Pasangan itu juga memiliki dua orang putri, Bertha, yang menikah dengan Heinrich IV dari Jerman, dan Adelaide, yang menikah dengan Rudolf dari Rheinfelden (yang kemudian menentang Heinrich sebagai Raja Jerman).
Menjanda dan pemerintahan
Setelah kematian suaminya Otto, pada sekitar tahun 1057/60, Adelaide memerintah marca Torino dan Contea di Savoia bersama putra-putranya, Pierre dan Amadeus.
Kadang-kadang dikatakan bahwa Adelaide meninggalkan Torino sebagai ibu kota dan mulai tinggal secara permanen di Susa. Ini tidak benar. Adelaide didokumentasikan jauh lebih sering di istana margravial di Torino daripada di tempat lain.[10]
Pada tahun 1070 Adelaide menangkap dan membakar kota Asti, yang telah memberontak melawannya.[11]
Hubungan dengan kekaisaran
Pada tahun 1069 Heinrich IV mencoba untuk menolak putri Adelaide, Bertha,[12] yang menyebabkan hubungan Adelaide dengan keluarga kekaisaran menjadi dingin. Namun, melalui intervensi dari Bertha, Heinrich menerima dukungan Adelaide ketika dia datang ke Italia untuk tunduk kepada Paus Gregorius VII dan Matilda dari Toskana di Canossa. Sebagai imbalan untuk mengizinkannya melakukan perjalanan melalui tanahnya, Heinrich memberi Bugey ke Adelaide.[13] Adelaide dan putranya Amadeus kemudian menemani Heinrich IV dan Bertha ke Canossa, di mana Adelaide bertindak sebagai mediator, bersama Matilda dan Albert Azzo II, Markgraf Milan, antara lain.[14] Uskup Benzo dari Alba mengirimkan beberapa surat ke Adelaide antara tahun 1080 dan 1082, mendorongnya untuk mendukung Heinrich IV dalam perang Italia yang merupakan bagian dari Kontroversi Penobatan.[15] Hubungan Adelaide dengan Heinrich IV menjadi lebih dekat setelah ini. Dia menawarkan untuk menjadi perantara antara dia dan Matilda dari Toskana, dan mungkin bahkan telah bergabung dengannya dalam kampanye di Italia selatan pada tahun 1084.[16]
Hubungan dengan Gereja
Adelaide memberi banyak sumbangan ke biara-biara di marca Torino. Pada tahun 1064, ia mendirikan biara Santa Maria di Pinerolo.[17]
Adelaide menerima surat-surat dari banyak pemimpin gereja pada masa itu, termasuk Paus Aleksander II, Petrus Damianus, dan Paus Gregorius VII. Surat-surat ini menunjukkan bahwa Adelaide kadang-kadang mendukung reformasi Gregorian, tetapi di lain waktu dia tidak. Petrus Damianus (menulis pada tahun 1064) dan Gregorius VII (menulis pada tahun 1073), mengandalkan Adelaide untuk menegakkan hidup selibat klerus dan melindungi biara-biara Fruttuaria dan San Michele della Chiusa. Sebaliknya, Aleksander II (menulis pada sekitar tahun 1066/7) mencela Adelaide untuk urusannya dengan Guido da Velate, Uskup agung Milan yang simoniak.
Kematian
Adelaide meninggal pada bulan Desember 1091.[18] Menurut legenda yang kemudian, ia dimakamkan di gereja parokial Canischio (Canisculum), sebuah desa kecil di Cuorgnè di Valle dell'Orco, di mana ia diduga telah hidup dalam penyamaran selama dua puluh dua tahun sebelum kematiannya.[19] Sejarawan abad pertengahan Charles William Previté-Orton menyebut kisah ini "tidak masuk akal".[20] Di katedral Susa, pada ceruk dinding, terdapat patung kayu kenari, di bawah veneer perunggu, yang mewakili Adelaide, bersujud dalam doa. Di atasnya dapat dibaca tulisan: Questa è Adelaide, cui l'istessa Roma Cole, e primo d'Ausonia onor la noma.