Abigail Scott Duniway (1834-1915) adalah jurnalis dan aktivis hak pilih wanita di wilayah barat Amerika Serikat.
Kehidupan awal dan pendidikan
Abigail Scott Duniway lahir pada tanggal 22 Oktober 1834 di Pleasant Grove, Tazewell County. Masa kecilnya dihabiskan di wilayah tersebut hingga masa remajanya. Pada tahun 1852, ayahnya memutuskan untuk pindah ke Oregon.[1]
Karier
Abigail Scott Duniway memulai karier publiknya karena tuntutan finansial. Ia menjadi editor majalah Pacific Empire, sebuah publikasi bulanan yang mengusung gagasan progresif dan literatur.[1] Pada tahun 1881 dan 1886, ia aktif menerbitkan korespondensi editorial dan artikel pada surat kabar The New Northwest.[2]
Karier politik dan aktivisme Abigail Scott Duniway dimulai ketika ia bergabung dalam tur pidato bersama tokoh hak pilih, Susan B. Anthony. Tur tersebut menempuh jarak sekitar 2.000 mil melintasi wilayah perbatasan, menjadi titik tolak bagi Duniway untuk dikenal sebagai suara utama perjuangan hak pilih wanita di kawasan barat. Selama dekade berikutnya, ia secara konsisten memberikan ceramah di berbagai pertemuan nasional, baik dalam forum National Woman Suffrage Association (NWSA) maupun National American Woman Suffrage Association (NAWSA). Pada tahun 1889, Abigail Scott Duniway juga memberikan pidato di konvensi di Idaho.[2]
Pada 9 September 1906, pidato terkenal dari Abigail Scott Duniway yang berjudul Ballots and Bullets diterbitkan di surat kabar di Portland. Pidato ini merupakan contoh upaya retorisnya dalam mengedepankan argumen agar hak memilih tidak terjebak dalam perdebatan moral seputar kebiasaan minum-minum. Selain pidato, karya tulis Duniway juga tecermin dalam autobiografinya yang berjudul Path Breaking, yang diselesaikan pada tahun 1914. Dalam karya tersebut, ia menguraikan perjalanannya dan menyampaikan pesan tantangan kepada generasi muda agar terus melanjutkan reformasi sosial.[3]
Pengakuan
Sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya, pemerintah negara bagian Oregon pernah meminta Abigail Scott Duniway untuk menyusun proklamasi pemberian hak suara, yang kemudian ditandatangani oleh gubernur setempat. Namanya juga diabadikan melalui penamaan gedung di Universitas Negeri Oregon sebuah sekolah, dan taman di Portland. Selama Perang Dunia II, sebuah kapal jenis liberty dinamai sesuai dengan namanya.[3]