Bintangnya sendiri memiliki magnitudo tampak 5,49, dan terlihat dari Bumi menggunakan binokular, atau dengan mata telanjang pada kondisi langit malam yang bagus. 51 Pegasi adalah sebua bintang kataikuning berusia kira-kira 7.5 miliar tahun, lebih tua daripada Matahari, 4-6% lebih masif, dengan kandungan logam lebih tinggi dan mulai kehabisan bahan bakar hidrogennya. Kelas spektrumnya didaftarkan sebagai G2.5V atau G4-5Va.
Pada 1996, Baliunas, Sokoloff, dan Soon melaporkan hasil pengukuran mereka terhadap sampel garis-garis spektrum H dan K dari Kalsium II (Kalsium yang terionisasi satu kali) pada bintang-bintang dan dari sini didapatkan periode rotasi sebesar 37 hari untuk 51 Pegasi.[2]
51 Pegasi b adalah planet ekstrasurya pertama yang ditemukan mengelilingi sebuah bintang induk yang masih bersinar. Planet yang terletak lebih jauh (jika ditemukan) akan ditandai dengan c, d, dan seterusnya. Planet tersebut diberi nama tidak resmi Bellerophon. Setelah penemuannya, banyak tim peneliti yang meng-konfirmasi keberadaannya dan melakukan lebih banyak lagi pengamatan untuk menentukan sifat-sifatnya, termasuk fakta bahwa orbitnya sangat dekat dengan bintang induk, memiliki temperatur sekitar 1200 derajat Celsius, dan memiliki massa sekitar setengah massa Jupiter. Pada saat itu, keberadaan planet raksasa yang begitu dekat dengan bintang induk tidak cocok dengan teori pembentukan planet dan menghasilkan studi mengenai migrasi orbit.