Sejarah
Katalog Henry Draper berawal dari perkembangan awal spektroskopi astronomi pada abad ke-19, ketika para astronom mulai memanfaatkan fotografi untuk merekam dan mempelajari spektrum cahaya bintang. Tokoh yang menjadi inspirasi utama katalog ini adalah Henry Draper, seorang astronom Amerika yang pada tahun 1872 berhasil menghasilkan foto pertama spektrum bintang yang memperlihatkan garis-garis spektral secara jelas melalui pengamatan terhadap bintang Vega. Pencapaian tersebut menjadi tonggak penting dalam penerapan fotografi untuk penelitian astronomi. Hingga wafatnya pada tahun 1882, Draper telah mengumpulkan lebih dari seratus foto spektrum bintang. Setelah kematian Draper, upaya untuk melanjutkan dan mengembangkan penelitiannya mendapat dukungan dari istrinya, Mary Anna Palmer Draper. Pada tahun 1885, Edward Charles Pickering, direktur Harvard College Observatory, mulai mengembangkan program spektroskopi fotografi menggunakan metode prisma objektif (objective prism), yaitu teknik yang memungkinkan spektrum banyak bintang direkam sekaligus dalam satu pelat fotografi.[6] Melihat potensi penelitian tersebut, Mary Draper memberikan dukungan finansial melalui program Henry Draper Memorial yang didirikan untuk mengenang suaminya.[7][8]
Klasifikasi dalam Katalog Spektrum Bintang Draper
| Kelas Secchi |
Kelas Draper |
Keterangan |
| I |
A, B, C, D |
Spektrum dengan garis hidrogen yang dominan. |
| II |
E, F, G, H, I, J, K, L |
|
| III |
M |
|
| IV |
N |
Tidak dimasukkan dalam katalog yang diterbitkan. |
| — |
O |
Spektrum bintang Wolf–Rayet yang menampilkan garis emisi terang. |
| — |
P |
Nebula planeter. |
| — |
Q |
Spektrum lain yang tidak termasuk dalam kategori sebelumnya. |
Melalui program ini, Harvard College Observatory melaksanakan survei sistematis terhadap spektrum bintang dalam skala yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Hasil awalnya adalah Draper Catalogue of Stellar Spectra yang diterbitkan pada tahun 1890. Katalog ini memuat klasifikasi spektrum bagi 10.351 bintang, sebagian besar berada di belahan langit utara dengan deklinasi lebih besar dari −25°. Sebagian besar pekerjaan klasifikasi dilakukan oleh Williamina Fleming.
Sistem klasifikasi yang digunakan merupakan pengembangan dari klasifikasi Secchi yang sebelumnya telah dikenal, dengan membagi kelas I hingga IV menjadi kelompok yang lebih rinci menggunakan huruf A hingga N. Selain itu, huruf O digunakan untuk bintang yang spektrumnya didominasi garis emisi terang, huruf P untuk nebula planeter, dan huruf Q untuk spektrum yang tidak sesuai dengan kategori lainnya. Dalam katalog tersebut tidak terdapat bintang bertipe N, sedangkan satu-satunya objek bertipe O adalah bintang Wolf–Rayet HR 2583.
Pada tahun 1897, Antonia Maury bersama Pickering menerbitkan kajian yang lebih mendetail mengenai spektrum bintang-bintang terang di belahan langit utara. Maury memperkenalkan sistem klasifikasi yang menggunakan kelompok bernomor I hingga XXII. Kelompok I hingga XX merupakan subdivisi dari tipe B, A, F, G, K, dan M dalam Katalog Draper, sedangkan kelompok XXI dan XXII mewakili tipe N dan O. Maury juga menjadi orang pertama yang menempatkan bintang tipe B sebelum tipe A dalam urutan klasifikasi spektrum, susunan yang kemudian diadopsi dalam sistem modern.
Pada tahun 1890, Harvard College Observatory mendirikan Observatori Boyden di Arequipa, Peru, untuk mendukung penelitian langit belahan bumi selatan. Hasil pengamatan bintang-bintang terang di wilayah tersebut diterbitkan pada tahun 1901 oleh Annie Jump Cannon dan Pickering. Dalam penelitian ini, Cannon mempertahankan penggunaan tipe huruf dari Katalog Draper, tetapi hanya menggunakan kelas O, B, A, F, G, K, dan M dalam urutan tersebut, serta kelas P untuk nebula planeter dan Q untuk spektrum yang tidak lazim. Ia juga memperkenalkan klasifikasi peralihan, seperti B5A untuk bintang yang berada di antara tipe B dan A, serta F2G untuk bintang yang berada seperlima jalan dari tipe F menuju G.
Memasuki dekade 1910-an, meningkatnya jumlah data pengamatan astronomi mendorong penyusunan katalog yang jauh lebih besar dan lebih lengkap. Pekerjaan penyusunan Henry Draper Catalogue dimulai pada tahun 1911. Antara tahun 1912 hingga 1915, Annie Jump Cannon bersama timnya mampu mengklasifikasikan sekitar 5.000 spektrum bintang setiap bulan. Hasil kerja tersebut diterbitkan dalam sembilan volume Annals of Harvard College Observatory antara tahun 1918 dan 1924. Katalog ini mencantumkan posisi, magnitudo, dan tipe spektrum serta rujukan silang ke katalog-katalog Durchmusterung bagi sekitar 225.300 bintang. Sistem klasifikasi yang digunakan serupa dengan sistem Cannon tahun 1901, tetapi notasi seperti B5A dan F2G disederhanakan menjadi B5 dan F2. Selain kelas O hingga M, huruf P digunakan untuk nebula, sedangkan huruf R dan N digunakan untuk bintang karbon.
Edward C. Pickering wafat pada 3 Februari 1919, meninggalkan enam volume katalog yang belum selesai Annie Jump Cannon mengambil alih tanggung jawab utama dalam penyelesaian proyek tersebut. Cannon berhasil menentukan klasifikasi spektrum bagi 46.850 bintang redup di wilayah-wilayah tertentu langit, yang diterbitkan dalam enam bagian melaui Henry Draper Extension antara tahun 1925 hingga 1936.[23][24] Cannon terus melakukan klasifikasi bintang hingga wafatnya pada tahun 1941. Sebagian besar hasil klasifikasi terakhirnya diterbitkan pada tahun 1949 dalam Henry Draper Extension Charts. Publikasi ini juga memuat sejumlah klasifikasi yang dilakukan oleh Margaret Walton Mayall, yang melanjutkan pengawasan proyek setelah kematian Cannon.[24][26]
Katalog Henry Draper beserta perluasannya merupakan upaya berskala besar pertama untuk mengatalogkan tipe spektrum bintang.[5] Penyusunannya menjadi landasan bagi lahirnya sistem klasifikasi Harvard, yang hingga kini masih digunakan sebagai standar dalam klasifikasi spektrum bintang di bidang astronomi.[27]
Ketersediaan dan penggunaan
Bintang-bintang yang tercantum dalam bagian utama Henry Draper Catalogue umumnya merupakan bintang dengan magnitudo menengah, sampai dengan sekitar magnitudo 9. Pada tingkat kecerlangan ini, bintang-bintang tersebut hanya sekitar seperlima belas seterang bintang paling redup yang masih dapat diamati dengan mata telanjang dalam kondisi pengamatan yang baik. Sementara itu, katalog-katalog perluasannya mencakup bintang-bintang yang lebih redup, hingga sekitar magnitudo 11, yang dipilih dari wilayah-wilayah tertentu di langit.[3][28] Dalam katalog utama, bintang-bintang diberi nomor urut dari HD 1 hingga HD 225300. Penomoran dilakukan berdasarkan urutan kenaikan asensio rekta (right ascension) untuk epok 1900.0. Pada Henry Draper Extension, penomoran dilanjutkan dari HDE 225301 hingga HDE 272150, sedangkan pada Henry Draper Extension Charts nomor yang digunakan berkisar dari HDEC 272151 hingga HDEC 359083. Meskipun demikian, karena sistem penomoran tersebut berkesinambungan di seluruh katalog dan perluasannya, awalan HD sering digunakan untuk merujuk semua objek dalam rangkaian katalog ini tanpa menimbulkan ambiguitas. [1][24] Oleh karena itu, banyak bintang dalam literatur astronomi secara umum dikenal dan diidentifikasi berdasarkan nomor HD-nya.[4]
Henry Draper Catalogue dan Henry Draper Extension pernah tersedia melalui NASA Astronomical Data Center sebagai bagian dari CD-ROM ketiga dalam seri katalog astronomi yang diterbitkan lembaga tersebut.[29] Saat ini, kedua katalog tersebut dapat diakses melalui layanan VizieR yang dikelola oleh Centre de Données astronomiques de Strasbourg (CDS) di Strasbourg dengan nomor katalog III/135A.[30]
Konversi Henry Draper Extension Charts ke dalam format yang dapat dibaca komputer (machine-readable) terbukti lebih sulit dibandingkan katalog utama dan perluasannya karena format publikasi aslinya yang lebih kompleks. Tugas tersebut akhirnya berhasil diselesaikan pada tahun 1995 oleh Nesterov, Röser, dan rekan-rekan mereka. Sejak saat itu, data dari Henry Draper Extension Charts juga tersedia melalui layanan VizieR dengan nomor katalog III/182, sehingga seluruh rangkaian Henry Draper Catalogue dapat diakses dan dimanfaatkan secara luas oleh komunitas astronomi internasional.[1]