Karier
Grant Sanderson, bersama dengan Alan Edelman, David Sanders, James Schloss, dan Benoit Forget, menjadi salah satu pembuat dan pengajar pada kursus Introduction of Computational Thinking (pengantar berpikir komputasional) yang diselenggarakan oleh MIT pada tahun 2020.[9] Kursus ini menggunakan bahasa pemrograman Julia dan animasi dari Grant Sanderson untuk menjelaskan berbagai topik, antara lain konvolusi, pengolahan citra digital, visualisasi data Covid-19, pemodelan epidemik, penelusuran sinar, pengantar pemodelan iklim, pemodelan laut, dan berbagai algoritma dibalik topik-topik tersebut.[10]
Pada bulan Februari 2022, Sanderson menyimpulkan bahwa CRANE merupakan kata pembuka terbaik dalam permainan Wordle dengan menggunakan teori informasi.[11] Beberapa saat setelahnya, beliau menyatakan bahwa kode yang ia buat untuk menentukan kata pembuka terbaik memiliki kutu, dan kata pembuka terbaik sesungguhnya yang memberikan rata-rata skor terendah ialah SALET.[12]
Pada bulan Januari 2020, Sanderson memberikan ceramah dalam acara An Evening with Grant Sanderson (Sore bersama Grant Sanderson) yang diadakan oleh Biro Komunikasi Stanford.[13] Sanderson mengemukakan perspektifnya dalam memahami matematika: alih-alih mengutamakan aspek faedah, beliau menekankan emosi, rasa takjub, dan imajinasi. Beliau bertujuan untuk "menghidupkan matematika" dengan visual, grafis, dan animasi.[14]
Pada bulan November 2022, Sanderson memberikan presentasi keynote "Apa yang dapat algoritma ajarkan kepada kita mengenai pendidikan?" dalam Kongres Informatika Nasional Belanda ke-17 CelerIT yang diselenggarakan oleh Stichting Nationaal Informatica Congres (SNiC).[15] Sanderson mengemukakan tentang bagaimana pendidikan matematika harus berkembang di masa depan dan mengaitkan temuannya dengan cara jaringan saraf belajar, ia menekankan perlunya siswa untuk memahami dan menguasai konsepnya.