Lalu berkatalah ia (Daud) kepada orang-orangnya: "Dijauhkan Tuhanlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku (Saul), kepada orang yang diurapi TUHAN, yakni menjamah dia, sebab dialah orang yang diurapi TUHAN."[3]
Frasa "orang yang diurapi TUHAN" ini hanya mengacu kepada Saul dalam penugasannya sebagai raja Israel; ini tidak berarti bahwa saat ini dia diurapi Roh Kudus. Daud tidak menerima perintah dari Allah untuk menyingkirkan Saul dari takhta melalui pembunuhan.
Ayat 6-10 sama sekali tidak menjadi dasar untuk tidak mendisiplin atau tidak melawan pemimpin-pemimpin gereja yang gagal secara moral atau yang meninggalkan ajaran Firman Allah (lihat 1 Timotius 3:1–13; 5:19–20; Titus 1:5–9). Para pemimpin semacam itu harus disingkirkan dari kedudukan mereka.
Lagi pula, para pemimpin gereja tidak boleh memakai ayat-ayat ini untuk menyatakan bahwa mereka tidak bertanggung jawab atas perilaku mereka pada sesama pemimpin atau pada tubuh Kristus.[4]
Penomoran ayat
Dalam Alkitab bahasa Indonesia, pasal ini terdiri dari 23 ayat. Dalam Alkitab bahasa Inggris, ayat 1 diberi nomor ayat 29 dari pasal 23, sehingga pasal 24 seluruhnya hanya ada 22 ayat, di mana ayat 1 bahasa Inggris sama dengan ayat 2 bahasa Indonesia dan seterusnya.
↑W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159
↑J. Blommendaal. Pengantar kepada Perjanjian Lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857