"Dalam tahun ke-18...Yerobeam": Menurut kronologiThiele,[4] Abiam menjadi raja antara April dan September 913 SM, pada usia yang tidak diketahui.[5] Ini adalah satu-satunya sinkronisme dengan Kerajaan Israel yang dicatat dalam Kitab Tawarikh.[6]
Ayat 2
Tiga tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Maakha, anak Abisalom. (TB)[7]
"Tiga tahun lamanya": Menurut kronologiThiele,[4] Abiam menjadi raja antara April dan September 913 SM, serta mati antara September 911 SM san april 910 SM ("911 SM"), pada usia yang tidak diketahui.[5]
Abiam hidup dalam segala dosa yang telah dilakukan ayahnya sebelumnya, dan ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada TUHAN, Allahnya, seperti Daud, moyangnya. (TB)[10]
"Sepenuh hati berpaut": Hati yang tidak berpaut biasa mengacu kepada seorang penyembah berhala. Dikatakan bahwa hati Daud sepenuhnya berpaut kepada Tuhan karena ia tidak pernah menyembah berhala; memiliki hati yang sepenuhnya berpaut tidak berarti memiliki kesempurnaan moral (bandingkan 1 Raja-raja 15:5; juga 1 Raja-raja 11:4).[11]
Ayat 5
karena Daud telah melakukan apa yang benar di mata TUHAN dan tidak menyimpang dari segala yang diperintahkan-Nya kepadanya seumur hidupnya, kecuali dalam perkara Uria, orang Het itu. (TB)[12]
Ayat 8
Kemudian Abiam mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya, dan ia dikuburkan di kota Daud. Maka Asa, anaknya, menjadi raja menggantikan dia. (TB)[13]
"41 tahun lamanya": Menurut kronologiThiele,[4] berdasarkan "metode tahun naik tahta" Asa menjadi raja antara September 911 SM dan April 910 SM ("911 SM"), serta mati antara September 870 dan April 869 SM ("870 SM"), pada usia yang tidak diketahui.[17]
Ayat 13
Bahkan ia memecat Maakha, neneknya, dari pangkat ibu suri, karena neneknya itu membuat patung Asyera yang keji. Asa merobohkan patung yang keji itu dan membakarnya di lembah Kidron. (TB)[18]
Sekalipun bukit-bukit pengorbanan tidak dijauhkan, namun Asa berpaut kepada TUHAN dengan segenap hatinya sepanjang umurnya. (TB)[19]
Asa merupakan seorang raja baik yang pemerintahannya ditandai oleh kesetiaan kepada Allah. Akan tetapi, ia gagal memercayai Allah sepenuhnya pada tahun-tahun terakhir (lihat 2 Tawarikh 16:1–14). Masa pemerintahannya itu penting karena ia menuntun bangsa itu meninggalkan semua kebiasaan fasik dan berbalik dari semua perbuatan jahat orang Kanaan. Kebangkitan rohani yang sejati senantiasa mencakup hal meninggalkan perbuatan yang tidak menyenangkan hati Allah dan melanggar firman-Nya (2 Tawarikh 14:1–16:14 untuk keterangan selanjutnya mengenai masa pemerintahan Asa).[11]
Ayat 25
Nadab, anak Yerobeam, menjadi raja atas Israel dalam tahun kedua zaman Asa, raja Yehuda. Ia memerintah atas Israel dua tahun lamanya. (TB)[20]
"Dalam tahun ke-2 zaman Asa": Menurut kronologiThiele,[4] Nadab menjadi raja antara September 910 dan April 909 SM, pada usia yang tidak diketahui, dan mati antara September 909 SM dan April 908 SM.[21]
Ayat 27
Dan Baesa bin Ahia, dari kaum Isakhar, mengadakan persepakatan melawan dia. Baesa menewaskan dia di Gibeton yang termasuk wilayah orang Filistin, sedang Nadab dan seluruh Israel mengepung Gibeton itu. (TB)[22]
Ayat 28
Baesa membunuh dia dalam tahun ketiga zaman Asa, raja Yehuda, dan menjadi raja menggantikan dia. (TB)[23]
"Dalam tahun ke-3 zaman Asa": Menurut kronologiThiele,[4] Baesa membunuh Nadab antara September 909 dan April 908 SM serta menjadi raja saat itu juga. Baesa mati antara September 886 dan April 885 SM.[24]
Ayat 29
Segera sesudah ia menjadi raja, ia membunuh seluruh keluarga Yerobeam; tidak ada yang bernafas yang ditinggalkannya hidup daripada Yerobeam, sampai dipunahkannya semuanya, sesuai dengan firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan hamba-Nya Ahia, orang Silo itu. (TB)[25]
Dalam tahun ketiga zaman Asa, raja Yehuda, Baesa bin Ahia menjadi raja atas seluruh Israel di Tirza. Ia memerintah dua puluh empat tahun lamanya. (TB)[26]
"Ia memerintah 24 tahun lamanya": menurut kronologi Thiele dihitung berdasarkan "metode bukan tahun naik tahta",[4]Baesa menjadi raja antara September 909 dan April 908 SM ("909 SM") serta mati antara September 886 dan April 885 SM ("886 SM").[27] Frasa "memerintah" tidak ada pada teks bahasa Ibrani.[27]
↑W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159
↑J. Blommendaal. Pengantar kepada Perjanjian Lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857
↑Yosefus, Flavius. Ant., 8:10.§ 1. Kutipan: ia [Rehabeam] juga menikahi seorang lain setingkatnya, yang adalah putri Absalom melalui Tamar, yang bernama Maakha, dan darinya ia mempunyai seorang putra yang diberinya nama Abia.