Skisma Timur–Barat merupakan peristiwa terbagi duanya Dunia Kristiani secara resmi menjadi Kekristenan Barat dan Kekristenan Timur sejak tahun 1054 M. Penyebab utama dari Skisma Timur–Barat ialah terjadinya perbedaan dalam ritual ibadah, doktrin, politik, geografi, dan bahasa yang digunakan oleh dua pusat Dunia Kristiani yaitu Roma dan Konstantinopel. Roma menjadi pusat Kekristenan Barat dan Konstantinopel menjadi pusat Kekristenan Timur.[1] Skisma Timur–Barat akhirnya membentuk Gereja Katolik Roma sebagai perwakilan Kekristenan Barat, dan membentuk Gereja Ortodoks Timur sebagai perwakilan Kekristenan Timur.[2] Dalam sejarah gereja, Skisma tahun 1054 M merupakan puncak dari pemisahan gereja dalam skala besar.[3]
Penggunaan lontar sebagai media tulis
Penggunaan lontar sebagai media tulis tercatat dalam sejarah melalui tulisan pada Prasasti Sukawana. Penanggalan penggunaan lontar dalam Prasasti Sukawana menyatakan tahun 976 Saka yang sama dengan tahun 1054 Masehi. Lontar dinyatakan telah digunakan oleh masyarakat kuno di Pulau Bali.[4]
Kemunculan supernova
Pada tanggal 4 Juli 1054 M, terjadi ledakan besar dari sebuah bintang yang merupakan supernova.[5] Orang-orang di Tiongkok diketahui telah mencatat kemunculan Supernova 1054 yang kini hanya dapat dilihat sisa-sisanya sebagai Nebula Kepiting. Kemunculan supernova dalam pandangan orang Tionghoa berlangsung setahun dan secara perlahan hilang dari penglihatan pada tahun 1055 M.[6]
Kelahiran
Bagian ini memerlukan pengembangan. Anda dapat membantu dengan mengembangkannya.
Kematian
Bagian ini memerlukan pengembangan. Anda dapat membantu dengan mengembangkannya.
↑Young, H. D., dkk. (2003). Safitri, A., dan Santika (ed.). Fisika Universitas Jilid 2[University Physics Tenth Edition]. Diterjemahkan oleh Silaban, Pantur (Edisi 10). Erlangga. hlm.82. ISBN978-979-688-473-5. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)