Darurat Antrean Panjang di SPBU Medan
Darurat Antrean Panjang di SPBU Medan
Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Medan belum juga terurai. Kondisi ini diduga akibat kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) khususnya bensin bersubsidi dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah SPBU di kawasan strategis seperti SPBU Pajak Sore, SPBU Simpang Pos, dan SPBU Lau Chih di Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Medan Tuntungan, dilaporkan kehabisan stok Pertalite dan Pertamax.
Medan, kota terbesar di Sumatera Utara, kinié¢ä¸´ dengan darurat antrean panjang di SPBU. Warga setempat mengeluhkan kesulitan mendapatkan BBM subsidi, terutama Pertalite dan Pertamax. Antrean kendaraan bahkan hampir menutupi pintu gerbang utama Bandara Kualanamu. Belum ada tanda-tanda solusi dari pihak terkait.
Momen Penentu di Menit Akhir
Pengendara asal Medan Johor, Teguh, menceritakan perjuangannya berburu BBM subsidi. Ia mengaku harus mendatangi empat SPBU dan semuanya kosong. Dia akhirnya mendapatkan Pertalite di SPBU Ngumbang Surbakti dengan kondisi tangki yang sudah nyaris tiris. “Saya mulai mengantre sejak pukul 18.00 WIB, dan sampai jam 22.00 WIB masih di dalam antrean. Terpaksa bertahan karena besok pagi harus bekerja,” keluh Teguh.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Gubernur Sumut Bobby Nasution mengatakan pihaknya sudah meminta PT Pertamina Niaga Regional Sumbagut untuk membereskan distribusi BBM dalam dua hari ini. “Tadi disampaikan Pertamina, sebenarnya bukan BBM yang langka. Tetapi yang langka itu, katanya adalah pengemudi yang ngantar BBM. Ini harus selesai dua hari,” kata Bobby. Bobby juga menyebutkan, kelangkaan BBM di sejumlah SPBU ini bukan disebabkan kekurangan pasokan, melainkan terganggunya distribusi akibat berkurangnya pengemudi truk pengangkut BBM di wilayah Sumut.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Sales Area Manager Retail Medan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Tito Rivanto memastikan bahwa stok BBM di Kota Medan sebenarnya aman dan mencukupi. Ia mengakui, kelangkaan di lapangan murni disebabkan oleh kendala teknis distribusi. Saat ini, Pertamina tengah melakukan pembenahan internal pada sistem penyaluran armada mobil tangki. “Stok BBM aman, tidak kekurangan, dan bisa memenuhi kebutuhan. Kami berharap langkah-langkah (pembenahan) tersebut secara bertahap dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sehingga tidak terjadi lagi antrean panjang,” ujar Tito. Pemerintah Kota (Pemko) Medan langsung kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Rabu (15/7/2026). Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas mendesak Pertamina mempercepat pemulihan distribusi BBM hingga kembali normal. Kedatangan rombongan Wali Kota ini merespons janji Pertamina bahwa pasokan akan kembali normal pada Jumat (10/7/2026) setelah adanya kendala teknis akibat pergantian sopir mobil tangki. Namun kenyataannya, kondisi di lapangan justru semakin memburuk. Antrean kendaraan kian mengular, bahkan beberapa SPBU kehabisan stok BBM subsidi maupun nonsubsidi.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Kelangkaan BBM subsidi di Medan tidak hanya berdampak pada warga setempat, tetapi juga pada pekerja sektor transportasi. “Bayangin aja, kita antrean berjam-jam gimana lagi mau bekerja? Tukang ojek, betor (becak motor), dan angkutan bus semuanya terganggu,” kata Surya, warga yang ikut mengantre sejak pagi hari. Ia menambahkan, kelangkaan ini sangat mengganggu produktivitas masyarakat, terutama pekerja sektor transportasi.
Upaya Penyelesaian
Upaya penyelesaian kelangkaan BBM subsidi di Medan masih terus dilakukan. Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terus berupaya meningkatkan distribusi BBM ke SPBU di Kota Medan. Pemerintah Kota Medan juga terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi terbaik. Warga setempat diharapkan dapat memahami situasi ini dan bersabar menunggu solusi dari pihak terkait.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/news/read/8247188/darurat-antrean-panjang-di-spbu-medan, without altering the facts of the original article.