Indonesia Naik Peringkat: Kini Posisi ke-2 Destinasi Ramah Muslim Dunia

Indonesia kembali mencatatkan prestasi di tingkat global dengan meraih peringkat kedua sebagai destinasi ramah Muslim dunia. Prestasi tersebut menjadi salah satu sinyal positif bagi sektor pariwisata nasional. Indonesia melesat tiga peringkat dari posisi kelima pada tahun lalu dan mengumpulkan skor 79, tertinggi sepanjang keikutsertaan dalam Global Muslim Travel Index (GMTI). Kemenangan ini menunjukkan upaya Indonesia dalam memperkuat ekosistem wisata ramah Muslim telah membuahkan hasil.

Momen Penentu di Menit Akhir

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, mengungkapkan bahwa capaian tersebut adalah hasil dari upaya memperkuat ekosistem wisata ramah Muslim melalui promosi, peningkatan daya saing destinasi, hingga kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperluas promosi wisata ramah Muslim melalui platform Visit Indonesia di situs indonesia.travel. Kementerian Pariwisata dalam hal ini juga bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) untuk mendorong sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro dan kecil di desa wisata.

Adapun, meluncurkan Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) bersama Bank Indonesia sebagai acuan pengembangan destinasi. “Dari sisi layanan, kami melakukan pemetaan destinasi wisata ramah Muslim secara nasional berdasarkan aspek aksesibilitas, atraksi, dan amenitas (3A) sebagai dasar pengembangan yang lebih terarah. Serta terus mendorong implementasi panduan wisata ramah Muslim untuk meningkatkan standar layanan di berbagai destinasi,” ungkapnya.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Menpar Widi juga menyatakan potensi pasar wisata ramah Muslim masih sangat besar. Berdasarkan proyeksi GMTI, jumlah wisatawan Muslim dunia diperkirakan mencapai 208 juta orang pada 2026 dan meningkat menjadi 262 juta pada 2030, dengan nilai pasar mencapai USD 310 miliar. “Capaian GMTI dan geliat ratusan event di semester pertama tahun ini menegaskan optimisme bagi pariwisata sebagai salah satu pilar utama dan motor penggerak ekonomi masa depan Indonesia,” kata Widi.

Kemenangan Indonesia sebagai destinasi ramah Muslim dunia kedua memiliki dampak signifikan bagi sektor pariwisata nasional. Dengan meningkatnya jumlah wisatawan Muslim yang berkunjung ke Indonesia, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan negara dan membuka peluang bisnis baru bagi masyarakat lokal. Oleh karena itu, pemerintah akan terus meningkatkan kualitas layanan dan infrastruktur pariwisata untuk mendukung pertumbuhan industri pariwisata.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meski telah mencapai prestasi yang membanggakan, pemerintah mengakui bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Pemerintah akan terus meningkatkan kualitas layanan dan infrastruktur pariwisata, serta meningkatkan promosi wisata ramah Muslim ke pasar internasional. Dengan kerja keras dan kolaborasi yang kuat, diharapkan Indonesia dapat terus meningkatkan posisinya sebagai destinasi wisata ramah Muslim dunia.

Dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia diharapkan dapat mempertahankan posisinya sebagai destinasi ramah Muslim dunia kedua dan terus meningkatkan kualitas layanan dan infrastruktur pariwisata. Dengan demikian, Indonesia dapat menjadi tujuan wisata yang lebih menarik bagi wisatawan Muslim dari seluruh dunia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://travel.detik.com/travel-news/d-8576109/naik-tiga-tingkat-indonesia-kini-di-posisi-ke-2-destinasi-ramah-muslim, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *