Proyek Irigasi Rp 325 Miliar di Sulteng Terancam Gagal, Waka MPR Turun Tangan
Ketersediaan Air untuk Pertanian
Akbar menyampaikan bahwa ketersediaan air merupakan kebutuhan utama bagi sektor pertanian. Karena itu, pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi harus menjadi prioritas nasional, khususnya di daerah Provinsi Sulawesi Tengah. “Saya siap memfasilitasi dan mengawal usulan Instruksi Presiden agar seluruh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan memiliki pedoman yang sama dalam mempercepat pembangunan irigasi,” ujar Akbar, Kamis (16/7/2026).
Peran Inpres dalam Pembangunan Irigasi
Akbar menjelaskan bahwa keberadaan Inpres akan memperkuat koordinasi lintas sektor sehingga program pembangunan irigasi tidak berjalan sendiri, melainkan terintegrasi dalam satu kebijakan nasional guna meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani. Lebih lanjut, Akbar mengungkapkan bahwa irigasi merupakan infrastruktur dasar yang berdampak langsung terhadap peningkatan indeks pertanaman, produktivitas lahan, efisiensi penggunaan air, serta keberlanjutan produksi pangan nasional. Oleh karena itu, pembangunan irigasi harus dipandang sebagai investasi strategis bagi masa depan bangsa.
Potensi Sulteng sebagai Lumbung Pangan
Akbar menambahkan bahwa Indonesia berpotensi untuk menjadi lumbung pangan dunia apabila didukung oleh infrastruktur pertanian yang memadai, termasuk jaringan irigasi yang modern, efisien, dan berkelanjutan. “Di Sulawesi Tengah, kita memiliki sumber daya alam yang luar biasa. Yang perlu kita lakukan adalah memastikan seluruh infrastruktur pendukung pertanian tersedia dengan baik sehingga petani dapat meningkatkan produktivitasnya. Ketahanan pangan adalah bagian penting dari ketahanan nasional,” tegasnya.
Anggaran untuk Pembangunan Irigasi di Sulteng
Khusus untuk Provinsi Sulawesi Tengah, Akbar menjelaskan bahwa daerah ini berpotensi memperoleh dukungan anggaran yang signifikan. Dari 12 kabupaten dan 1 kota di Sulawesi Tengah, masing-masing kabupaten direncanakan memperoleh alokasi sekitar Rp 25 miliar untuk program pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi. Dengan skema tersebut, 13 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah berpotensi menerima total anggaran sekitar Rp 325 miliar, di luar kemungkinan alokasi untuk Kota Palu apabila termasuk dalam cakupan program sesuai ketentuan pemerintah. Anggaran tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki saluran irigasi yang rusak, meningkatkan jaringan irigasi yang sudah ada, serta mendukung pembukaan lahan pertanian produktif.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Akbar mengungkapkan bahwa percepatan pembangunan irigasi akan memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan petani, serta penguatan ekonomi nasional. Terkait hal ini, Akbar menyatakan akan terus membangun komunikasi dengan Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), kementerian PUPR, pemerintah daerah, akademisi, organisasi petani, dan berbagai pemangku kepentingan guna menghimpun berbagai masukan yang dapat menjadi bahan penyusunan kebijakan yang komprehensif. Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama mendukung pembangunan irigasi di Sulawesi Tengah dan Indonesia pada umumnya. Dengan kerja sama yang baik, diharapkan proyek irigasi senilai Rp 325 miliar di Sulteng dapat terlaksana dengan sukses dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://news.detik.com/berita/d-8576166/waka-mpr-siap-kawal-proyek-irigasi-sulteng-anggaran-capai-rp-325-miliar, without altering the facts of the original article.