Bank Indonesia Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah Melalui FESyar KTI 2026

Bank Indonesia (BI) kembali menggelar Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (FESyar KTI) 2026 sebagai upaya memperkuat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional. Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi tuan rumah penyelenggaraan festival yang mempertemukan pelaku usaha, regulator, hingga pemangku kepentingan dalam ekosistem ekonomi syariah. FESyar KTI menjadi wadah bagi pelaku usaha binaan BI untuk meningkatkan daya saing sekaligus memperluas peluang bisnis.

FESyar KTI 2026: Meningkatkan Kualitas UMKM

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan FESyar KTI menjadi bagian dari satu rangkaian besar dimana BI memberikan kesempatan kepada para UMKM Binaan Bank Indonesia untuk bisa bersama-sama terus meningkatkan kualitasnya. Ada puluhan UMKM yang diboyong oleh 19 kantor perwakilan BI di Kawasan Timur Indonesia, meliputi wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, hingga Nusa Tenggara.

Destry menjelaskan bahwa setiap UMKM Binaan dan FESyar KTI 2026 tidak sebatas diberikan kesempatan memamerkan berbagai produknya, melainkan juga didorong untuk mencapai target yang ditetapkan. “Jadi bukan hanya sifatnya seremonial, tapi harus ada satu target, harus ada bisnis matching yang bisa nanti terwujud dan juga harus ada target offset untuk penjualan,” terangnya.

Target dan Dampak FESyar KTI 2026

Bank Indonesia menargetkan penyaluran pembiayaan syariah sebesar Rp 11 miliar dan omzet UMKM/pelaku usaha syariah sebesar Rp 1,5 miliar. Selanjutnya, dari sisi literasi dan edukasi, antusiasme tecermin dari 3.223 pendaftar Olimpiade Ekonomi Syariah Nasional (OESN) atau 124 persen dari target 2.600 pendaftar. Langkah tersebut sejalan dengan empat program unggulan dalam helatan Fesyar KTI 2026, diantaranya AKBAR (Akselerasi Kemandirian Bisnis Pesantren Berkelanjutan), AMANAH (Akselerasi Menuju Sertifikasi dan Ekosistem Halal), BARAKAH (Bina Rantai Komoditas Halal untuk Ekspor), serta MAHAR (Mobilisasi Aset Halal melalui Akselerasi Wakaf).

Mengapa FESyar KTI Penting?

Pengembangan UMKM di wilayah Timur Indonesia bukan sebatas jargon. Desiriani, pemilik Kasuari Batik asal Papua Barat, mengaku cukup terbantu dengan program yang diberikan BI. Produk miliknya mampu mendapatkan ruang untuk di pasarkan di berbagai wilayah. Pelatihan dan pengembangan kapasitas bisnis juga diakuinya efektif untuk menggerakkan UMKM seperti dirinya.

Senada, pemilik Zabay Collection, Mariani Montu merasakan pendampingan yang diberikan BI bermanfaat. Utamanya pada aspek penguatan manajemen bisnis serta pelatihan untuk memperkuat nilai produk. “BI melihat saya hobi merancang batik, tapi saya tidak punya ilmunya. Jadi BI memfasilitasi, mendatangkan instruktur yang para ahli itu untuk mengajar kami di daerah,” ucapnya.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Dengan penguatan UMKM tersebut, kegiatan dengan tema ‘Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital’ ini juga mendorong kualitas ekonomi syariah nasional. Harapannya, Indonesia mampu menjadi negara dengan ekonomi syariah yang kuat dan berkelanjutan.

Kegiatan FESyar KTI 2026 ini merupakan langkah nyata dalam meningkatkan kualitas UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia. Dengan sinergi dan transformasi digital, diharapkan ekonomi syariah dapat menjadi salah satu penggerak utama perekonomian nasional.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meski telah ada kemajuan, masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. Oleh karena itu, kerja sama dan sinergi antara pemerintah, regulator, dan pelaku usaha sangat diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/news/read/8246462/lewat-fesyar-kti-2026-bank-indonesia-perkuat-ekosistem-ekonomi-syariah-dari-kawasan-timur, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *