Kasus Kekerasan Keluarga, Menantu Aniaya Mertua Hingga Tulang Rusuk Patah
Kasus kekerasan dalam keluarga kembali terjadi di China, ketika seorang menantu menganiaya ibu mertuanya hingga mengalami empat tulang rusuk patah. Perselisihan ini bermula dari masalah pengasuhan cucu, yang menjadi sorotan masyarakat dan memicu debat tentang tanggung jawab lansia dalam keluarga.
Momen Penentu di Menit Akhir
Menurut laporan, pasangan suami istri tersebut memiliki dua anak dan bekerja di kota yang berbeda. Karena kesibukan mereka, kedua anak dititipkan kepada sang nenek, Shen. Namun, masalah mulai muncul ketika salah satu anak menghubungi ibunya melalui kamera pengawas di rumah, mengaku sedang tidak enak badan dan mengatakan neneknya tidak mau memeriksa suhu tubuhnya.
Mendengar hal tersebut, sang ibu langsung pulang menggunakan kereta cepat dan tiba di rumah sekitar satu jam kemudian. Saat dimintai penjelasan, Shen mengaku cucunya sulit diatur dan sedang mengalami sakit gigi. Menantunya sempat menawarkan untuk mengantarnya ke rumah sakit, tetapi Shen menolak karena ingin bertemu dengan kekasihnya.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Pernyataan Shen memicu pertengkaran hebat hingga berujung pada aksi kekerasan. Sang menantu diduga memukul Shen hingga mengalami luka di wajah dan empat tulang rusuk patah. Laporan menyebutkan, ini bukan kali pertama Shen menjadi korban kekerasan dari menantunya. Sebelumnya, ia juga pernah diserang karena dianggap kurang maksimal dalam menjaga cucu.
Suami pelaku, Jiao, justru membela istrinya. Ia menilai sang ibu lebih mementingkan hubungan asmaranya dibanding membantu mengurus cucu. Jiao bahkan mengatakan ibunya pantas menerima perlakuan tersebut. Menurutnya, jika tidak bersedia menjaga cucu, Shen seharusnya membantu kebutuhan ekonomi mereka dengan memberikan uang setiap bulan.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Kejadian ini menimbulkan pertanyaan tentang tanggung jawab lansia dalam keluarga dan bagaimana masyarakat dapat mendukung mereka. Shen bekerja sebagai petugas kebersihan dengan penghasilan yang pas-pasan, tetapi selama ini tetap berusaha membantu kedua putranya. Bahkan, Shen disebut telah memberikan lebih dari 100 ribu yuan atau sekitar Rp 266 juta kepada mereka.
Setelah bertahun-tahun bekerja keras, Shen berhak menikmati hidup dan menjalin hubungan dengan pasangan seusianya tanpa harus dibebani kewajiban mengasuh cucu. Namun, kejadian ini menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya menghormati dan mendukung lansia.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kini setelah menjadi korban penganiayaan, Shen tidak bisa bekerja maupun memberikan bantuan keuangan kepada anaknya. Kasus ini menjadi pengingat bahwa kekerasan dalam keluarga tidak dapat diterima dan harus ditindaklanjuti dengan serius. Masyarakat harus lebih peduli dan mendukung lansia, serta memahami pentingnya menghormati dan mendukung mereka.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://wolipop.detik.com/wedding-news/d-8574146/tak-mau-urus-cucu-menantu-ini-aniaya-mertua-hingga-patah-tulang-rusuk, without altering the facts of the original article.