Sifilis Langka Menghantui, Pria Ini Alami Gatal Parah yang Tak Biasa

Sifilis Langka Menghantui, Pria Ini Alami Gatal Parah yang Tak Biasa

Sifilis, penyakit menular seksual yang sering dianggap remeh, ternyata masih bisa menimbulkan kejutan. Seorang pria berusia 83 tahun mengalami gejala yang sangat tidak biasa, yaitu gatal parah dan ruam merah bersisik di betisnya, yang akhirnya didiagnosis sebagai sifilis sekunder dengan neurosifilis dini. Kondisi ini cukup langka dan menunjukkan bahwa sifilis masih merupakan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.

Seorang pria berusia 83 tahun mengalami kelumpuhan saraf wajah perifer unilateral dan demam, yang awalnya diduga sebagai infeksi virus. Namun, setelah serangkaian tes, tidak ada virus yang ditemukan, termasuk Epstein-Barr, sitomegalovirus, HIV, serta hepatitis A, B, C, dan E.

Momen Penentu di Menit Akhir

Setelah mengalami kelumpuhan wajah yang membaik dengan kortikosteroid, pasien mengalami gejala baru, seperti lutut dan pergelangan kakinya menjadi kaku, nyeri, tubuhnya membengkak, berat badannya naik 5 kg, dan urinenya menjadi lebih gelap. Gejala-gejala ini menunjukkan adanya gangguan fungsi ginjal. Pasien memiliki riwayat medis yang cukup panjang, termasuk hipertensi, kolesterol tinggi, pembesaran prostat, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), serta riwayat kanker rektum 20 tahun lalu. Ia juga mengaku telah menikah dengan istrinya selama 50 tahun dan sudah tidak aktif secara seksual sejak pengobatan kanker tersebut. Namun, ketika ditanya lebih lanjut tentang masa lalunya, pasien mengaku pernah berhubungan seks dengan beberapa orang yang berbeda dan sempat diobati karena berbagai infeksi menular seksual (IMS).

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Dari hasil pemeriksaan mendalam, dokter menemukan bahwa urine pasien mengandung darah dan jumlah protein yang abnormal. Kadar antibodi antinuklear (ANA) sangat tinggi. Selain itu, analisis cairan serebrospinal atau cairan otak dan sumsum tulang belakang, menunjukkan peningkatan sel darah putih yang menandakan adanya infeksi aktif. Tes HIV dan tuberkulosis negatif, namun pasien dinyatakan positif terinfeksi Treponema Pallidum atau bakteri penyebab penyakit sifilis. Dokter akhirnya mendiagnosis sang kakek mengidap sifilis sekunder dengan neurosifilis dini atau bakteri yang telah menyerang sistem saraf.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kejadian ini menunjukkan bahwa sifilis masih merupakan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat infeksi menular seksual. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur dan tidak ragu untuk mengungkapkan riwayat seksual yang tidak biasa. Pasien langsung diberikan pengobatan antibiotik penisilin intravena (infus) selama 14 hari. Sebelumnya, ia sempat menerima satu kali suntikan penisilin. Sementara itu, gejala gatalnya diatasi dengan antihistamin dan pembengkakannya dikurangi dengan obat diuretik. Sampai satu bulan pasca-pengobatan, kondisi pasien membaik secara signifikan. Ruam, gatal, dan pembengkakannya mereda, serta fungsi hati dan produksi urinenya kembali normal. Kasus ini pun telah dilaporkan ke otoritas kesehatan masyarakat, dan sang istri telah dirujuk untuk menjalani pemeriksaan.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kejadian ini juga menunjukkan bahwa masih banyak hal yang harus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang sifilis dan infeksi menular seksual lainnya. Oleh karena itu, penting untuk terus melakukan edukasi dan kampanye kesadaran tentang kesehatan seksual dan reproduksi. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan proaktif dalam menjaga kesehatan seksual dan reproduksi mereka, serta tidak ragu untuk mencari bantuan medis jika mengalami gejala yang tidak biasa.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://health.detik.com/true-story/d-8574198/kulit-mendadak-gatal-parah-pria-ini-ternyata-kena-sifilis-langka, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *