Dalang Pencurian Permata Louvre: Hasil Rampokan yang Mengecewakan

Permata Louvre, salah satu koleksi perhiasan bersejarah paling berharga di dunia, menjadi sasaran pencurian pada Oktober 2025. Dua tersangka, Abdoulaye N dan Ghelamallah A, mengaku membobol Galeri Apollo di Museum Louvre, Paris, dan mencuri delapan koleksi perhiasan, termasuk mahkota bertabur permata milik Permaisuri Eugenie, istri Napoleon III. Pencurian ini mengecewakan karena hasilnya tidak sesuai dengan harapan pelaku.

Momen Penentu di Menit Akhir

Menurut pengakuan Abdoulaye dan Ghelamallah, mereka direkrut dua hingga tiga hari sebelum pencurian. Mereka diperlihatkan video bagian dalam Galeri Apollo yang memperlihatkan lokasi etalase koleksi perhiasan era Napoleon. Misi mereka jelas, memecahkan kaca dan mengambil perhiasan di dalam etalase. Abdoulaye mengaku menerima tawaran itu karena terlilit masalah keuangan. Ia dijanjikan bayaran 15 ribu hingga 25 ribu euro (Rp 300 hingga 515 juta), bahkan bisa lebih jika nilai hasil curian tinggi.

Kedua tersangka mengaku masuk ke museum melalui balkon lantai satu menggunakan lift pengangkut furnitur sebelum memecahkan jendela Galeri Apollo dan membobol dua etalase. Saat masuk, tidak ada siapa pun, gelap, hanya lampu etalase yang menyala. Dari kejauhan, mereka melihat petugas keamanan bergerak di balik pintu. Mereka harus mengambil perhiasan sebanyak mungkin, kalau lebih dari tiga menit, mereka harus pergi karena keberadaan mereka akan diketahui.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Berikut adalah tiga fakta yang membuat kejadian ini berbeda:

1. Pencurian ini terjadi di Museum Louvre, salah satu museum paling banyak dikunjungi di dunia.

2. Perhiasan yang dicuri termasuk mahkota bertabur permata milik Permaisuri Eugenie, istri Napoleon III.

3. Pelaku pencurian mengaku direkrut oleh seseorang yang tidak mereka kenal dan dijanjikan bayaran yang besar.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Pencurian ini memiliki dampak besar pada keamanan museum dan koleksi perhiasan bersejarah. Museum Louvre harus meningkatkan keamanan untuk mencegah kejadian serupa terjadi lagi. Selain itu, pencurian ini juga menimbulkan pertanyaan tentang keberadaan perhiasan yang dicuri dan siapa dalang di balik pencurian ini.

Kedua tersangka mengaku tidak mengetahui keberadaan perhiasan yang dicuri setelah diserahkan kepada dalang. Mereka juga tetap menolak mengungkap identitas orang tersebut maupun pihak lain yang diduga terlibat. Penyidik masih belum memastikan apakah kedua tersangka benar-benar beraksi atas perintah pihak lain. Proses penyelidikan untuk mengungkap dalang pencurian dan melacak keberadaan perhiasan bersejarah yang hilang masih terus berlangsung.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Penyidikan kasus pencurian perhiasan Louvre masih terus berlangsung. Penyidik masih mencari informasi tentang dalang pencurian dan keberadaan perhiasan yang dicuri. Kasus ini masih menjadi perhatian dunia karena melibatkan koleksi perhiasan bersejarah yang sangat berharga.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://travel.detik.com/travel-news/d-8574056/dalang-pencurian-permata-louvre-kecewa-hasil-rampokan-kurang-banyak, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *