Pemerintah Gelontorkan Rp 985 Miliar untuk Bangun Irigasi di Banten

Pemerintah Gelontorkan Rp 985 Miliar untuk Bangun Irigasi di Banten Pemerintah Indonesia melalui Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi untuk Mendukung Swasembada Pangan. Salah satu fokus utama dari instruksi ini adalah pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi di Provinsi Banten, yang menjadi salah satu lumbung pangan di Indonesia. Pemerintah pusat bersama dengan Pemerintah Provinsi Banten mengucurkan dana sebesar Rp 985,19 miliar untuk proyek ini. Dari jumlah tersebut, Rp 911,98 miliar berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sementara sisanya sebesar Rp 73,21 miliar berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten. ## Momen Penentu di Menit Akhir Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Kabupaten Lebak, Abeng, menyebutkan bahwa sekitar tiga puluh tahun irigasi tak diperhatikan dengan baik. Ia menyebut sering terjadi konflik antarpetani berebut pasokan air dari Bendung Cikoncang Ketapang. “Kalau dulu setiap MT (masa tanam) II selalu ribut soal air. Yang tidak kebagian air marah, yang kebagian juga khawatir. Itu sudah terjadi sejak tahun 1980-an,” katanya. ## Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda Dinas PUPR Banten merinci, pada 2025, Pemerintah Provinsi Banten mengalokasikan Rp 48,91 miliar melalui APBD untuk tujuh paket pekerjaan rehabilitasi dan peningkatan daerah irigasi, meliputi DI Cibinuangeun, Cilampe, Cikoncang, Cilemer, Cipari-Ciwuni, Cisangu Atas, dan Cisata. Sementara itu, melalui APBN Tahun 2025, pemerintah pusat mengalokasikan sekitar Rp 521,28 miliar untuk rehabilitasi 12 daerah irigasi di Provinsi Banten, yakni DI Cikalumpang, Cisangu Bawah, Cipari-Ciwuni, Ciwaka Bawah, Cisata, Cilemer, Cisangu Atas, Pasir Eurih, Cikoncang, Cibinuangeun, Cisiih, dan Cibanten. ## Apa Artinya Ini ke Depan? Dengan investasi sebesar Rp 985,19 miliar, pemerintah berharap dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian di Provinsi Banten. Pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi ini diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan air untuk pertanian, sehingga dapat meningkatkan hasil panen dan pendapatan petani. Selain itu, proyek ini juga diharapkan dapat mengurangi konflik antarpetani dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan. ## Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh Kepala Dinas PUPR Banten, Arlan Marzan, menyebutkan bahwa sinergi pendanaan antara pemerintah pusat melalui APBN dan Pemerintah Provinsi Banten melalui APBD kini menghadirkan perubahan nyata bagi salah satu lumbung pangan di Indonesia. “Total investasi pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi di Provinsi Banten sepanjang 2025-2026 mencapai sekitar Rp 985,19 miliar, terdiri atas Rp 911,98 miliar dari APBN dan Rp 73,21 miliar dari APBD Provinsi Banten,” katanya. Pemerintah Provinsi Banten akan terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas jaringan irigasi di wilayahnya, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung swasembada pangan di Indonesia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://news.detik.com/berita/d-8574509/pemerintah-kucurkan-rp-985-miliar-bangun-irigasi-di-banten, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *