Sleman Mencekam: Warga Kampung Mati Kini Hidup seperti di Hutan Angker
Kampung Mati yang Ditinggalkan
Salah satu warga, Samijo (71), mengaku sudah lama meninggalkan kampungnya itu. Dia tidak berani menghuni kawasan tersebut karena sudah menjadi hutan. “Sudah tidak berani kita tinggal di sana, sudah jadi hutan. Seperti jadi papan wingit (tempat angker),” ujar Samijo di rumahnya yang baru di Kampung Domes, Sleman, Sabtu (27/6). Samijo mengaku masih mengunjungi lokasi kampung mati hanya untuk mencari pakan ternak. Sebab, kawasan itu sudah menjadi hutan karena ditumbuhi pepohonan rimbun.
Momen Penentu di Menit Akhir
Gempa bumi pada 2006 silam berdampak kerusakan di dua padukuhan tersebut. Dampak terparah di Dukuh Nglepen yang membuat semua penduduknya direlokasi. Lasiyem (70), warga lain, menyebut kawasan rumahnya yang dulu kini tak lagi berpenghuni. “Nggih dados alas, pun mboten dinggeni (ya sudah jadi hutan karena sudah tidak dihuni),” jelasnya. Dia menyebut tak ada korban jiwa di kampungnya saat gempa pada 2006 silam. Namun, dampak gempa itu terasa di bangunan dan tanah di kampung halamannya.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Kini, pemerintah melarang kawasan Nglepen dihuni lagi. Warga pun direlokasi ke Kampung Domes yang berjarak sekitar satu kilometer dari kampung mati tersebut. “Sudah jadi hutan ditutup kayu dan pohon, tidak lagi di sana, tidak boleh dihuni lagi. Ya kesana cuma kadang cari pakan,” ucap Lasiyem. Kondisi tersebut membuat warga sekitar harus hidup seperti di hutan angker. Mereka harus mencari pakan ternak dan kebutuhan lainnya di kawasan yang sudah menjadi hutan.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kampung mati itu kini sepi dan hanya menyisakan puing bangunan rumah yang masih berdiri imbas gempa. Masih terlihat jejak perkampungan di kawasan tersebut. Ada pula papan peringatan yang melarang untuk pembuatan konten yang terpasang di lokasi. Warga sekitar berharap dapat hidup dengan normal kembali dan tidak harus hidup seperti di hutan angker. Namun, jalan panjang masih harus ditempuh untuk mencapai hal tersebut.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://travel.detik.com/travel-news/d-8555892/kesaksian-warga-kampung-mati-di-sleman-kini-seperti-hutan-angker, without altering the facts of the original article.