Shin Tae-yong Dipertanyakan, Luciano Leandro Ungkap Kunci Sukses di Persija
Shin Tae-yong resmi ditunjuk sebagai pelatih baru Persija Jakarta dengan kontrak berdurasi tiga musim. Eks pelatih Timnas Indonesia itu diharapkan mampu mengakhiri puasa gelar Macan Kemayoran. Target yang dibebankan kepada Shin Tae-yong pun tidak main-main, yaitu menjadi juara pada musim 2026/2027.
Kehadiran Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru Persija
Legenda Persija, Luciano Leandro, turut menyampaikan pandangannya mengenai keputusan klub menunjuk pelatih asal Korea Selatan itu. Bagi Jakmania, nama Luciano Leandro tentu bukan sosok asing. Mantan gelandang asal Brasil itu menjadi salah satu pilar penting saat Persija menjuarai Liga Indonesia 2001. Kini, di usia 60 tahun, Luciano tetap mengikuti perkembangan mantan klubnya.
Dalam wawancara di kanal YouTube Bola Bung Binder, ia menilai kualitas Shin Tae-yong memang tidak perlu diragukan. Namun, menurutnya, membangun Persija menjadi tim juara tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. “Dari visi saya, agak sulit. Dia memang pelatih yang hebat. Kita tahu saat ia menukangi Timnas Indonesia sangat bagus. Dia punya karakter yang kuat dan disiplin,” ujar Luciano Leandro.
Tantangan Besar Shin Tae-yong
Menurut Luciano, tantangan terbesar Shin Tae-yong adalah membangun tim sesuai filosofi permainannya. Proses itu membutuhkan adaptasi, terutama jika ada perubahan komposisi skuad. “Tapi saya bilang sedikit sulit. Kenapa? Karena dia perlu waktu karena harus membawa pemain baru lagi. Dan pemain-pemain itu harus tahu lagi karakternya serta sistem bermainnya. Jadi artinya dia membutuhkan waktu,” lanjutnya.
Luciano juga menegaskan bahwa pendapatnya bukan berarti meragukan kemampuan Shin Tae-yong. Ia hanya melihat Mauricio Souza sebenarnya sudah memiliki modal yang cukup karena telah mengenal karakter tim. Pada musim lalu, Mauricio sukses membawa Persija finis di posisi ketiga klasemen.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Menurut Luciano, pelatih asal Brasil itu sudah memahami kekurangan tim sekaligus posisi mana yang perlu diperbaiki. “Makanya, dari visi saya, maaf ya, bukan aku bilang Shin Tae-yong tidak bagus. Pasti dia bagus. Tapi, menurut saya dengan Mauricio musim lalu Persija finis di posisi ketiga. Jadi dia sudah tahu apa kesalahan Persija.” “Mauricio juga pastinya sudah tahu pemain-pemain yang bisa dia ganti. Saya pikir dengan begitu, bisa saja Mauricio atau Shin Tae-yong mereka dengan masa satu tahun mudah-mudahan bisa juara. Tapi kalau mereka punya waktu lebih untuk bisa membentuk tim, saya pikir akan lebih bagus.”
Luciano menilai kebutuhan akan waktu merupakan hal yang wajar bagi setiap pelatih, tak terkecuali sosok sekaliber Shin Tae-yong. Sebagai perbandingan, ia menyinggung pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, yang menurutnya juga tetap membutuhkan proses meski menangani tim dengan sejarah besar. “Pastilah. Setiap pelatih, seperti pelatih Timnas Brasil di Piala Dunia 2026, Carlo Ancelotti. Brasil sudah lima kali juara dunia. Dia juga butuh waktu. Jadi pelatih pengalaman seperti Shin Tae-yong, aku pikir dia akan cepat beradaptasi,” tutur Luciano.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Luciano juga mengapresiasi perkembangan akademi Persija yang mulai melahirkan banyak pemain untuk Timnas Indonesia. Menurut mantan pemain yang juga pernah membela PSM Makassar itu, kondisi tersebut menunjukkan pembinaan usia muda di Persija berjalan ke arah yang positif. “Ya, sangat bagus. Kita bisa melihat pemain-pemain muda Persija yang bermain di Timnas Indonesia. Itu artinya pembinaan usia muda sudah mulai bagus. Jauh dari sebelumnya. Jadi sekarang ada hasilnya,” pungkas Luciano.
Kini, tantangan terbesar berada di tangan Shin Tae-yong. Eks pelatih Timnas Indonesia itu dituntut mampu menjawab ekspektasi tinggi publik Persija sekaligus memenuhi target juara yang telah dipatok manajemen untuk musim 2026/2027.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.bola.com/indonesia/read/8135522/luciano-leandro-bicara-peluang-shin-tae-yong-di-persija-pelatih-hebat-tapi-butuh-waktu, without altering the facts of the original article.