Saputra Kori: Akting Sekaligus Jadi Juru Kamera di Film 402 Rumah Sakit Angker Korea, Bagaimana Bisa?
Saputra Kori, seorang kreator konten asal Bali, membintangi film horor 402 Rumah Sakit Angker Korea yang akan tayang pada 9 Juli 2026. Dalam film ini, ia tidak hanya berperan sebagai Adit, tetapi juga menjadi juru kamera. Film ini menggunakan pendekatan found footage, yaitu pengambilan gambar dari sudut pandang orang pertama yang diceritakan lewat rekaman kamera.
Tantangan Akting dan Mengoperasikan Kamera
Saputra Kori mengungkapkan bahwa menjadi juru kamera sekaligus aktor dalam film ini sangat menantang. “Pada saat megang kamera itu kita harus fokus pada dua hal. Fokus sama akting kita, dan fokus pada kamera ini,” katanya dalam wawancara dengan Liputan6.com pada awal Juni 2026. Seluruh pemain film ini memegang kamera, tetapi untuk kamera yang dioperasikan dengan tangan, Saputra Kori dan pemeran Bara, Elang El Gibran, yang paling banyak menggunakannya.
Dalam film, Adit dan Bara diceritakan sebagai juru kamera dalam grup. “Kita yang paling banyak menyorot ekspresi para pemain lain,” jelasnya. Saking fokus berakting, Saputra Kori sering lupa dengan kamera di genggaman. “Sering ada momen, misalnya dialog panjang, aku lupa. Jadi kameranya turun,” jelasnya.
Body Rigging, Perangkat yang Membuat Akting Lebih Sulit
Selain itu, para pemain juga menggunakan body rigging, yaitu perangkat untuk memasang kamera yang dipasang di badan masing-masing pemain. “Kita menggunakan itu lebih dari delapan jam per hari. Dari pagi sampai malam kita pakai itu,” kenangnya. Para pemain juga sebisa mungkin terus memakai perangkat tersebut. “Kita jarang melepas karena untuk masangnya itu ribet banget. Untuk memasangnya ada empat kru yang membantu memasangkan,” ungkap Saputra Kori.
Beratnya perangkat sekitar lima kilogram. “Kita juga enggak bisa duduk normal, mesti begini (duduk menyamping), karena di belakangnya ada baterai,” paparnya. Makin heboh, karena ada adegan yang lumayan menantang secara fisik yang dijalani Saputra Kori. “Rata-rata di sini semua ngerasain sling. Kita dipakein tali, ditarik-tarik. Tapi ada benda (body rigging) itu di sini (menunjuk torsonya),” beri tahu Saputra Kori.
Mengapa Film Ini Sangat Berbeda?
Menurut Saputra Kori, semua tantangan ini justru membuat ia masuk lebih dalam pada emosi karakter film 402 Rumah Sakit Angker Korea. “Aku ada adegan diangkat ke atas, mental ke tembok, jatuh ke bawah, jatuhnya ‘plek’ (tengkurap). Padahal di (dada) ada ini. Itu memang ribet banget teknisnya,” katanya.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Keberhasilan film 402 Rumah Sakit Angker Korea dapat menjadi bukti bahwa Saputra Kori mampu menunjukkan kemampuan aktingnya sekaligus menjadi juru kamera. Film ini juga dapat menjadi contoh bagi kreator konten lain untuk mencoba hal yang sama. Dengan demikian, Saputra Kori dapat menjadi inspirasi bagi kreator konten lain untuk mencoba peran yang lebih menantang.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Dalam beberapa tahun ke depan, Saputra Kori diharapkan dapat terus menunjukkan kemampuan aktingnya dan menjadi inspirasi bagi kreator konten lain. Dengan demikian, ia dapat terus berkontribusi pada industri hiburan Indonesia dan menjadi salah satu kreator konten yang sukses.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/showbiz/read/8010189/cerita-saputra-kori-akting-sekaligus-jadi-juru-kamera-di-film-402-rumah-sakit-angker-korea, without altering the facts of the original article.