Proyek Mangkrak Tuntas di Tangan Pramono, Apa Saja yang Sudah Dilakukan?

Proyek Mangkrak Tuntas di Tangan Pramono

Proyek mangkrak di Jakarta mulai dibenahi Gubernur Pramono Anung. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmennya menuntaskan berbagai persoalan pembangunan yang selama ini tak kunjung selesai. Sejak resmi menjabat sebagai orang nomor satu di DKI Jakarta pada 20 Februari 2025, Pramono kerap menegaskan keinginannya menuntaskan berbagai proyek strategis yang bertahun-tahun tertunda akibat persoalan hukum maupun administrasi. “Kebijakan-kebijakan gubernur yang lama, yang tidak selesai, bismillah saya selesaikan,” kata Pramono dalam acara penandatanganan nota kesepahaman antara Pemprov DKI Jakarta dan Lemhannas, 28 Januari 2026.

Proses Pembenahan Proyek Mangkrak

Pramono tidak memulai dari nol. Ia menyadari proyek-proyek tersebut tidak bisa diselesaikan hanya dengan melanjutkan pembangunan fisik. Hambatan utamanya justru berada pada aspek hukum, administrasi, hingga status aset yang belum tuntas. Mantan Sekretaris Kabinet (Seskab) tersebut memilih membereskan persoalan hukumnya terlebih dahulu. Ia menggandeng sejumlah aparat penegak hukum, mulai dari Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta, hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk memberikan pendampingan hukum dan memastikan setiap langkah memiliki kepastian hukum.

Momen Penentu di Menit Akhir

Pendekatan tersebut mulai menunjukkan hasil. Sejumlah proyek yang selama bertahun-tahun tak kunjung bergerak kini memasuki babak baru. Ada yang sudah selesai ditata ulang, ada pula yang bersiap memasuki tahap pembangunan. Monorel Jakarta menjadi proyek pertama yang menunjukkan perubahan paling nyata. Tiang-tiang beton yang hampir dua dekade berdiri di sepanjang Jalan HR Rasuna Said akhirnya mulai dibongkar pada 14 Januari 2026. Proyek monorel merupakan warisan rencana transportasi massal yang dimulai pada masa Gubernur Sutiyoso. Namun, proyek tersebut berhenti akibat persoalan investasi dan hukum sehingga menyisakan ratusan tiang pancang yang selama bertahun-tahun menjadi pemandangan khas ibu kota.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Keputusan membongkar tiang monorel bukan diambil secara tergesa-gesa, melainkan melalui proses panjang yang melibatkan aparat penegak hukum. “Secara khusus saya juga melaporkan kepada KPK supaya tidak ada permasalahan di kemudian hari,” ujar Pramono. Sebanyak 109 tiang monorel yang membentang dari kawasan Stasiun LRT Setiabudi hingga Hotel Grand Melia, Jakarta Selatan, rampung dibongkar pada 24 Februari 2026. Setelah pembongkaran selesai, Pemprov DKI melanjutkan penataan koridor Jalan HR Rasuna Said melalui peremajaan trotoar, taman, hingga ruang publik. Kawasan tersebut kini juga dimanfaatkan sebagai lokasi baru pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Selain monorel, Pramono juga berhasil menuntaskan persoalan hukum yang selama sekitar 14 tahun menghambat pemanfaatan lahan RS Sumber Waras. Selama bertahun-tahun, lahan tersebut tidak dapat dikembangkan akibat polemik pengadaan lahan yang kemudian bergulir menjadi proses hukum dan administrasi. Persoalan itu bahkan sempat menjadi sorotan nasional pada masa pemerintahan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Setelah status hukumnya dinyatakan tuntas, Pemprov DKI memastikan pembangunan Rumah Sakit Internasional Sumber Waras akan dimulai melalui peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dijadwalkan pada Agustus 2026. “Dan untuk selesai itu, tidak hanya selesai di KPK, di Kejaksaan, tapi juga harus selesai di BPK. Tapi alhamdulillah sekarang semuanya sudah selesai. Dan sekarang Sumber Waras sudah kami ratakan, sebentar lagi kita akan mulai pembangunan untuk Rumah Sakit Internasional Sumber Waras,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 29 Juni 2026. Pramono mengakui penyelesaian persoalan lahan tersebut tidak lepas dari dukungan aparat penegak hukum, khususnya Kejati DKI Jakarta. “Dalam banyak hal terbantu, didukung oleh Bapak Kajati dan jajarannya,” ucapnya. Tak hanya membereskan proyek yang lama tersendat akibat persoalan hukum, Pramono juga mempercepat penyelesaian sejumlah proyek strategis yang menjadi prioritas Pemprov DKI Jakarta ke depan. Dengan demikian, Gubernur Pramono menunjukkan komitmen kuat untuk menuntaskan proyek-proyek mangkrak dan meningkatkan kualitas hidup warga Jakarta.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/news/read/8182569/proyek-proyek-mangkrak-tuntas-di-tangan-pramono, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *