Profesi Pemulung Kini Merambah ke Luar Angkasa, Mengungkap Fakta Mengejutkan
Momen Penentu di Orbit Bumi
Perubahan ini dipicu oleh semakin padatnya orbit Bumi akibat ledakan jumlah satelit yang diluncurkan dalam beberapa tahun terakhir. Dr. Chiranjeevi Phanindra, pendiri dan CEO Cosmoserve Space, mengatakan jumlah objek yang diluncurkan ke luar angkasa terus meningkat drastis. “Selama tujuh dekade terakhir kita telah meluncurkan sekitar 20.000 objek ke luar angkasa. Kini kita berbicara tentang kemungkinan meluncurkan hingga satu juta satelit hanya dalam 10 tahun ke depan,” ujar Phanindra.
Apa yang Terjadi di Luar Angkasa
Bahkan serpihan sekecil serpihan cat sekalipun dapat merusak satelit karena melaju dengan kecepatan lebih dari 27.000 km/jam. Oleh karena itu, upaya membersihkan sampah antariksa menjadi sangat penting. Selama ini, upaya membersihkan sampah antariksa lebih banyak dilakukan pemerintah. Namun, mulai 2027, aturan baru dari Federal Communications Commission (FCC) Amerika Serikat mewajibkan operator satelit mengeluarkan satelit yang sudah tidak berfungsi dari orbit rendah Bumi maksimal lima tahun setelah masa operasinya berakhir.
Teknologi Pembersihan Sampah Antariksa
Aturan tersebut membuka peluang bisnis baru bagi perusahaan swasta yang mengembangkan teknologi pembersihan sampah antariksa. Phanindra memperkirakan nilai industri ini dapat mencapai sekitar USD 8 miliar atau sekitar Rp 144 triliun. Setiap perusahaan menawarkan pendekatan berbeda untuk membersihkan orbit Bumi. Cosmoserve Space, misalnya, mengembangkan lengan robot lunak yang bekerja layaknya tanaman Venus flytrap, yakni menjepit sampah antariksa sebelum membawanya keluar dari orbit.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Menurut Adam Kall, pendiri KMI, teknologi yang dikembangkan untuk membersihkan sampah antariksa sebenarnya memiliki potensi yang jauh lebih luas. Kemampuan menangkap dan memindahkan satelit dapat dimanfaatkan untuk membangun berbagai infrastruktur di luar angkasa. “Ketika kami berbicara tentang pembersihan sampah, sebenarnya kami sedang membicarakan logistik di luar angkasa,” kata Kall. Ia menjelaskan teknologi tersebut nantinya bisa digunakan untuk memindahkan satelit yang masih berfungsi ke orbit baru, mengirim material ke pabrik di luar angkasa, hingga membantu pembangunan struktur besar di orbit.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Dengan semakin padatnya orbit Bumi dan meningkatnya jumlah satelit, teknologi pembersihan sampah antariksa diperkirakan akan menjadi salah satu fondasi penting bagi ekonomi antariksa di masa depan. Perusahaan yang lebih dulu menguasai teknologi ini berpeluang menjadi pemain utama dalam industri luar angkasa yang terus berkembang. Oleh karena itu, pengembangan teknologi pembersihan sampah antariksa menjadi sangat penting untuk memastikan keberlanjutan eksplorasi ruang angkasa.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://inet.detik.com/science/d-8568639/tak-disangka-profesi-pemulung-kini-merambah-luar-angkasa, without altering the facts of the original article.