Polisi Imbau Masyarakat Hindari Mobil Bak Terbuka Setelah Kasus Meningkat

Polisi Imbau Masyarakat Hindari Mobil Bak Terbuka Setelah Kasus Meningkat Masyarakat diimbau untuk menghindari menggunakan mobil bak terbuka atau pikap untuk mengangkut penumpang setelah serangkaian kecelakaan maut yang melibatkan kendaraan jenis ini. Kecelakaan terbaru terjadi di Indramayu, Jawa Barat, ketika sebuah mobil pikap yang digunakan untuk mengangkut penumpang bertabrakan dengan truk tronton, menyebabkan tiga orang tewas dan beberapa lainnya luka-luka. Momen Penentu di Menit Akhir Kecelakaan ini bermula ketika mobil pikap bernomor polisi E 8559 RB yang dikemudikan oleh Warsidi hendak memutar arah di putaran Kiajaran Kulon. Di saat yang bersamaan, sebuah truk tronton bernopol B 9260 TEV yang dikendarai Deden Ibad melaju dari arah yang sama. Benturan hebat tak terelakkan, menghantam bagian belakang pikap dengan kekuatan yang sangat besar. Saking kerasnya tabrakan, belasan penumpang yang berada di bak pikap terlempar ke badan jalan. Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda Kepala Seksi Pengumpulan, Pengolahan, dan Penyajian Data (Kasi Pullahjianta) Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri AKBP Sandhi Wiedyanoe meminta masyarakat agar tidak lagi menggunakan mobil bak terbuka atau pikap untuk mengangkut penumpang. Menurutnya, kendaraan tersebut diperuntukkan bagi pengangkutan barang sehingga berisiko tinggi membahayakan keselamatan penumpang. “Kecelakaan ini disebabkan oleh pelanggaran. Yang menyebabkan banyak korban jiwa adalah karena mobil bak dimanfaatkan tidak sesuai peruntukannya. Seharusnya kendaraan tersebut digunakan untuk mengangkut barang, bukan orang,” kata AKBP Sandhi. Apa Artinya Ini ke Depan? Pengamat transportasi yang menjabat sebagai Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno mengatakan, fenomena penggunaan mobil bak terbuka (pick-up) untuk mengangkut orang-terutama saat musim mudik, wisata, atau acara adat merupakan dilema klasik yang cukup pelik di Indonesia. “Meskipun aturan hukumnya sudah sangat jelas melarang, fenomena ini terus berulang. Menghadapi dan menertibkan fenomena ini tidak mudah karena melibatkan benturan antara penegakan regulasi, kondisi ekonomi, dan budaya masyarakat,” kata Djoko. Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh Dalam upaya menertibkan penggunaan mobil bak terbuka untuk mengangkut penumpang, penegakan hukum dan edukasi keselamatan harus dilakukan secara masif bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan. “Tantangan terbesar kami adalah mengubah budaya masyarakat. Karena itu, edukasi dan sosialisasi mengenai keselamatan harus dilakukan secara masif bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan,” kata AKBP Sandhi. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat memahami risiko menggunakan mobil bak terbuka untuk mengangkut penumpang dan memilih alternatif yang lebih aman.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://oto.detik.com/berita/d-8576693/sudah-makan-korban-polisi-minta-masyarakat-tak-naik-mobil-bak-terbuka-lagi, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *