Pemerintah Targetkan 150 Ribu Keluarga Penerima Manfaat Masuk Program Pemberdayaan Ekonomi
Pemerintah menargetkan 150 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) untuk masuk ke dalam program pemberdayaan ekonomi pada tahun ini. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan KPM sehingga mereka tidak lagi memerlukan bantuan sosial (bansos) di masa depan. “Ya kita cukup signifikan ya penambahannya. Jadi ada kalau tidak salah itu lebih dari Rp 500 miliar kita arahkan untuk pemberdayaan,” kata Gus Ipul di Kementerian Sosial, Salemba, Jakarta Pusat, Senin (13/7/2026).
Program Pemberdayaan Ekonomi
Gus Ipul menjelaskan bahwa program pemberdayaan ekonomi akan diberikan kepada 150 ribu lebih KPM yang telah teridentifikasi. Program ini akan bergantung pada hasil asesmen yang dilakukan terhadap KPM tersebut. “Kita harapkan mereka tahun berikutnya nanti sudah tidak menerima bansos lagi, tapi mengembangkan usaha yang hasilnya lebih besar daripada mereka menerima bansos,” kata Gus Ipul. Program pemberdayaan yang akan diberikan ke para KPM tersebut meliputi peningkatan keterampilan, penguatan akses, dan penguatan aset.
Apa yang Terjadi?
Pemerintah berencana untuk menyalurkan bansos pada triwulan 3 pada tanggal 20 Juli 2026. Data penerima bansos tersebut akan berubah sesuai hasil pemuktahira data. “Dan setidak-tidaknya tanggal 20 nanti sudah mulai disalurkan. Tentu ada yang tetap menerima bansos, ada yang sudah tidak menerima bansos lagi, ada penerima-penerima bansos baru. Ini tergantung pada hasil pemutakhiran,” ujar Gus Ipul.
Mengapa dan Dampak
Pemerintah melakukan program pemberdayaan ekonomi ini karena ingin meningkatkan kesejahteraan KPM dan mengurangi ketergantungan mereka pada bansos. Dengan program ini, KPM diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan mengembangkan usaha mereka sendiri, sehingga mereka tidak lagi memerlukan bansos di masa depan. “Artinya yang masuk negatif list ya tidak kita tidak salurkan lagi. Misalnya yang apa, judi online gitu ya, yang ASN, yang BUMN, yang pegawai-pegawai BUMN, ini kan kita konsolidasi terus itu yang negatif list kita keluarkan semua ya ini terus kita lakukan dan yang naik kelas juga nggak, yang salah sasaran juga nggak kita salurkan,” ujar Gus Ipul.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Pemerintah masih memiliki jalan panjang untuk meningkatkan kesejahteraan KPM dan mengurangi kemiskinan di Indonesia. Namun, dengan program pemberdayaan ekonomi ini, diharapkan KPM dapat meningkatkan kesejahteraan mereka dan menjadi mandiri. Pemerintah juga akan terus memantau dan mengevaluasi program ini untuk memastikan bahwa tujuan yang diinginkan dapat tercapai.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://news.detik.com/berita/d-8572166/150-ribu-keluarga-penerima-manfaat-ditargetkan-masuk-pemberdayaan-ekonomi, without altering the facts of the original article.