Pagi Ini, Jakarta Kembali Duduki Posisi Pertama Kota dengan Kualitas Udara Terburuk di Dunia

Jakarta kembali menduduki posisi pertama sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia pada pagi ini. Berdasarkan data dari situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 05.50 WIB, polusi udara PM2.5 di Jakarta mencapai 73 mikrogram per meter kubik. Angka ini menunjukkan bahwa kualitas udara di Jakarta tidak sehat bagi kelompok sensitif, karena dapat merugikan manusia atau kelompok hewan yang sensitif, serta menimbulkan kerusakan pada tumbuhan atau nilai estetika.

Kualitas Udara Jakarta yang Memburuk

Menurut data IQAir, kategori kualitas udara di Jakarta saat ini adalah tidak sehat bagi kelompok sensitif. Situs tersebut juga merekomendasikan agar masyarakat menghindari aktivitas di luar ruangan, memakai masker jika berada di luar ruangan, dan menutup jendela untuk menghindari udara luar yang kotor. Kategori baik adalah tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan, ataupun nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 0-50.

Posisi Jakarta di Daftar Kota dengan Kualitas Udara Terburuk

Jakarta berada di posisi pertama sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia, diikuti oleh Chengdu, China, di angka 156, Kinshasa Democratic Republic of the Congo di angka 154, Addis Ababa, Ethiopia, di angka 149, dan Kampala, Uganda, di angka 142. Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta telah meluncurkan platform perantau kualitas udara terintegrasi yang didukung 31 titik Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) tersebar di wilayah kota metropolitan tersebut.

Mengapa Kualitas Udara Jakarta Memburuk?

Kualitas udara Jakarta yang memburuk diduga disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk polusi udara dari kendaraan bermotor, industri, dan kegiatan lainnya. Kondisi geografis Jakarta yang terletak di dataran rendah dan dikelilingi oleh pegunungan juga dapat mempengaruhi kualitas udara. Selain itu, musim kemarau yang sedang berlangsung juga dapat memperburuk kualitas udara di Jakarta.

Dampak Kualitas Udara yang Memburuk

Kualitas udara yang memburuk dapat memiliki dampak negatif pada kesehatan manusia, terutama kelompok sensitif seperti anak-anak, orang tua, dan orang dengan penyakit pernapasan. Selain itu, kualitas udara yang buruk juga dapat mempengaruhi lingkungan dan ekonomi. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kualitas udara di Jakarta, seperti mengurangi polusi udara dari kendaraan bermotor dan industri, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kualitas udara yang baik.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Pemerintah DKI Jakarta masih memiliki jalan panjang untuk meningkatkan kualitas udara di Jakarta. Dengan diluncurkannya platform perantau kualitas udara terintegrasi, diharapkan dapat membantu memantau dan meningkatkan kualitas udara di Jakarta. Namun,还需要 dilakukan upaya yang lebih besar untuk mengurangi polusi udara dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kualitas udara yang baik.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://news.detik.com/berita/d-8556186/kualitas-udara-jakarta-terburuk-di-dunia-pagi-ini, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *