Markas Judi Online di Hayam Wuruk Digerebek, Mirip Sarang Judi di Myanmar-Kamboja
Markas Judi Online di Hayam Wuruk Digerebek
Pihak kepolisian menggerebek markas judi online di Hayam Wuruk, Jakarta Barat, pada Mei 2026 lalu. Sebanyak 321 orang WNA diamankan dalam penggerebekan tersebut. Setelah dikembangkan, 287 WNA ditetapkan sebagai tersangka, terdiri dari 76 WN China, tiga WN Laos, dua WN Malaysia, 15 WN Myanmar, enam WN Thailand, dan 185 WN Vietnam.
Momen Penentu di Menit Akhir
Penggerebekan markas judi online di Hayam Wuruk ini bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas WNA di Gedung Hayam Wuruk Plaza Tower. Penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian menemukan aktivitas pengoperasian judi online lintas negara di lantai 20 dan 21 gedung tersebut. Aktivitas di lokasi itu mirip dengan markas judi online di Kamboja hingga Myanmar.
Apa yang Terjadi?
Dalam penggerebekan tersebut, pihak kepolisian mengamankan 594 unit handphone, 382 laptop, 179 monitor dan komputer, 11 unit Mac Mini, serta router dan perangkat digital lainnya. Para tersangka memiliki beragam peran, mulai dari customer service dan admin. Sindikat judi online tersebut mengelola 145 situs judi online secara bergantian untuk menghindari pemblokiran. Mereka menggunakan server dan hosting yang berada di luar negeri.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Berikut tiga fakta yang membuat kejadian ini berbeda: – Tercatat deposit Rp 13,9 triliun dari situs-situs judi online yang dikelola sindikat tersebut. – Sindikat judi online tersebut meraup keuntungan atau profit hingga mencapai Rp 1,6 triliun. – Kasus ini berawal dari penindakan secara masif di beberapa negara Asia Tenggara lainnya, seperti di Kamboja, Malaysia, maupun Myanmar.
Mengapa & Dampak
Mengapa?
Kasus ini berawal dari penindakan secara masif di beberapa negara Asia Tenggara lainnya, seperti di Kamboja, Malaysia, maupun Myanmar. Sehingga, jaringan pelaku judi online tersebut mencoba untuk memindahkan aktivitas operasionalnya di Indonesia.
Dampak
Dampak dari kasus ini adalah pihak kepolisian dapat mengamankan sindikat judi online yang meraup keuntungan besar. Kasus ini juga menunjukkan bahwa Indonesia menjadi target bagi jaringan judi online internasional.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Ke depan, pihak kepolisian harus terus memantau dan mengawasi aktivitas judi online di Indonesia. Selain itu, kerja sama antara pihak kepolisian dan lembaga lainnya sangat diperlukan untuk memberantas judi online.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Jalan panjang yang masih harus ditempuh adalah memberantas judi online secaraå½»åº. Pihak kepolisian harus terus bekerja sama dengan lembaga lainnya untuk memberantas judi online dan meminimalisir dampaknya.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://news.detik.com/berita/d-8549323/terungkap-markas-judol-di-hayam-wuruk-serupa-dengan-myanmar-kamboja, without altering the facts of the original article.