Malaysia Kembali Turunkan Harga BBM Non-subsidi, Bensin RON 95 Setara Rp 14 Ribuan

Malaysia kembali menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi, dengan bensin RON 95 dijual seharga 3,37 ringgit per liter atau sekitar Rp 14.778. Penurunan harga ini berlaku untuk tanggal 1 Juli sampai 8 Juli 2026. Kementerian Keuangan Malaysia menyatakan bahwa penurunan harga BBM non-subsidi ini sejalan dengan formula mekanisme penetapan harga otomatis.

Faktor yang Mempengaruhi Penurunan Harga

Kementerian Keuangan Malaysia mengaitkan penurunan harga BBM non-subsidi ini dengan harga minyak dunia yang didukung oleh membaiknya kondisi pasokan global. Selain itu, ada harapan bahwa negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran dapat mengurangi risiko gangguan pasokan minyak mentah. Namun, Kementerian Keuangan Malaysia juga memperingatkan bahwa pasar minyak global belum sepenuhnya stabil.

Detail Penurunan Harga BBM

Sebelumnya, harga bensin RON 95 non-subsidi di Malaysia dijual seharga 3,47 ringgit per liter. Dengan penurunan harga 10 sen, kini harga bensin RON 95 non-subsidi menjadi 3,37 ringgit per liter atau sekitar Rp 14.778. Harga ini bahkan lebih murah dibandingkan dengan bensin RON 92 di Indonesia yang dijual sekitar Rp 16 ribuan. Selain itu, harga bensin RON 95 di Malaysia juga turun menjadi 4,00 ringgit per liter atau sekitar Rp 17.549, sedangkan BBM diesel non-subsidi turun 10 sen dari 4,07 ringgit menjadi 3,97 ringgit per liter atau sekitar Rp 17.409.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Penurunan harga BBM non-subsidi di Malaysia ini dapat membantu mengurangi beban biaya hidup masyarakat. Selain itu, penurunan harga BBM juga dapat meningkatkan daya saing ekonomi Malaysia. Namun, perlu diwaspadai bahwa pasar minyak global masih belum stabil, sehingga kemungkinan terjadi perubahan harga BBM di masa depan.

Dalam beberapa bulan terakhir, harga BBM di Indonesia juga mengalami perubahan. Per 1 Juli 2026, beberapa produk BBM non-subsidi di Indonesia mengalami penurunan harga, seperti Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite. Namun, tidak semua BBM non-subsidi di Indonesia mengalami penurunan harga.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Pemerintah Malaysia dan Indonesia perlu terus memantau perkembangan harga minyak dunia dan melakukan penyesuaian harga BBM yang tepat. Selain itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan efisiensi penggunaan BBM dan mengembangkan sumber energi alternatif yang lebih murah dan ramah lingkungan. Dengan demikian, diharapkan dapat membantu mengurangi beban biaya hidup masyarakat dan meningkatkan daya saing ekonomi.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://oto.detik.com/berita/d-8556154/malaysia-turunkan-harga-bbm-non-subsidi-lagi-bensin-ron-95-setara-rp-14-ribuan, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *