Laut Bercahaya Misterius Ditemukan NASA, Ilmuwan Masih Bingung

NASA telah menemukan fenomena alam yang misterius, yaitu laut bercahaya atau yang dikenal sebagai “milky seas”. Fenomena ini telah dilaporkan oleh para pelaut selama lebih dari 400 tahun, namun baru-baru ini dapat diamati dari luar angkasa menggunakan satelit NASA. Milky seas adalah hamparan laut yang bercahaya terang pada malam hari dan dapat membentang hingga puluhan ribu kilometer persegi.

Fenomena yang Belum Terjelaskan

Para peneliti telah mengumpulkan sekitar 400 laporan mengenai fenomena milky seas dalam kurun empat abad terakhir. Salah satu laporan paling terkenal datang dari kapten kapal Moozuffer yang melintasi Laut Arab pada 1849. Ia menggambarkan pemandangan seperti hamparan salju tanpa batas atau lautan air raksa. Namun, penyebab pasti kemunculan milky seas masih menjadi teka-teki bagi ilmuwan.

Kemajuan teknologi memungkinkan para ilmuwan memantau fenomena ini dari luar angkasa menggunakan sensor Visible Infrared Imaging Radiometer Suite (VIIRS) pada satelit NOAA dan NASA. Dalam penelitian yang dipublikasikan pada 2021, tim yang dipimpin Steven Miller, profesor atmosfer di Colorado State University, berhasil mengidentifikasi 12 kejadian milky seas dari data satelit yang dikumpulkan antara 2012 hingga 2021.

Momen Penentu di Menit Akhir

Salah satu kejadian milky seas yang paling menarik terjadi pada 2019 dengan luas hampir sebesar Islandia dan bertahan selama lebih dari 40 malam berturut-turut. Ilmuwan sebenarnya telah mengetahui organisme yang menghasilkan cahaya tersebut, yaitu bakteri bercahaya Vibrio harveyi. Namun, yang masih menjadi misteri adalah mengapa bakteri tersebut dapat berkumpul dalam jumlah luar biasa besar hingga membuat permukaan laut tampak menyala dari luar angkasa.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Menurut Justin Hudson, mahasiswa doktoral di Colorado State University sekaligus salah satu penulis studi terbaru, memahami fenomena milky seas dapat membuka banyak pengetahuan baru tentang lautan. Milky seas bisa menjadi tanda ekosistem yang sangat sehat, namun juga bisa menunjukkan ekosistem yang tidak sehat. Oleh karena itu, kemampuan memprediksi kapan dan di mana fenomena tersebut muncul akan membantu ilmuwan memahami perannya dalam sistem Bumi secara keseluruhan.

Dari analisis terhadap seluruh laporan sejarah, para peneliti menemukan sebagian besar milky seas terjadi di kawasan Laut Arab dan Asia Tenggara. Mereka menduga fenomena ini berkaitan dengan sistem iklim besar seperti Indian Ocean Dipole dan El Niño Southern Oscillation (ENSO), meski hubungan tersebut masih perlu dipastikan melalui penelitian lanjutan.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Bagi Steven Miller, mempelajari laut bercahaya bukan hanya penting untuk memahami ekosistem Bumi, tetapi juga dapat membantu pencarian kehidupan di luar planet kita. Di mana posisi fenomena ini dalam alam? Apa yang bisa diajarkan tentang kehidupan di lautan? Bakteri merupakan bentuk kehidupan yang sangat sederhana, namun memiliki peran yang sangat penting dalam ekosistem. Oleh karena itu, penelitian lanjutan tentang milky seas sangat diperlukan untuk memahami fenomena alam yang misterius ini.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://inet.detik.com/science/d-8577463/nasa-temukan-laut-bercahaya-misterius-yang-membingungkan-ilmuwan, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *