Kemenag Minta Dialog Jadi Utama Usai Insiden Misa Penghiburan di Depok

Kementerian Agama (Kemenag) mengajak masyarakat untuk mengedepankan dialog dan saling menghormati antarumat beragama usai insiden misa penghiburan di Depok. Kemenag menyesalkan terjadinya peristiwa tersebut dan berharap kejadian serupa tidak terulang lagi. “Kami berharap kejadian serupa tidak terulang lagi,” kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, Rabu (1/6/2026). Ia menambahkan bahwa dialog perlu dikedepankan dalam menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan aktivitas keagamaan.

Momen Penentu di Menit Akhir

Sebelumnya, sebuah rekaman video viral menarasikan pelarangan ibadah misa penghiburan di rumah duka di Cipayung, Kota Depok. Polisi dan TNI turun tangan dan menyelesaikan konflik tersebut dengan damai. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (28/6). Bermula saat keluarga dan kerabat berkumpul di rumah duka mendiang SLS (70) untuk melaksanakan misa penghiburan. Misa penghiburan atau misa requiem adalah perayaan Ekaristi dalam Gereja Katolik yang dipersembahkan untuk mendoakan kedamaian jiwa umat yang meninggal dunia sekaligus memberikan penghiburan rohani bagi keluarga yang ditinggalkan.

Narasi video menyebutkan kegiatan ibadah tersebut dihalangi oleh pengurus lingkungan setempat, meski Romo disebut telah hadir untuk memimpin misa penghiburan di rumah duka tersebut. Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Hendra mengatakan peristiwa tersebut terjadi karena ada miskomunikasi antara warga dan pemilik rumah. “Ada miskomunikasi awalnya. Ada warga yang tidak tahu-menahu menegur ada acara apa,” ujar AKP Hendra saat dihubungi wartawan, Selasa (30/6).

Apa Artinya Ini ke Depan?

Thobib Al Asyhar menambahkan bahwa masyarakat perlu memperkuat semangat persatuan dengan mengedepankan sikap saling menghormati di tengah keberagaman. “Mari kita kedepankan sikap saling menghormati antarumat beragama dan mengutamakan dialog yang produktif dengan semangat persatuan,” ujarnya. Ia juga mengimbau masyarakat yang belum memahami kegiatan keagamaan suatu agama agar mencari penjelasan melalui jalur yang tepat. Menurutnya, penyuluh agama dapat menjadi pihak yang memberikan informasi dan klarifikasi terkait pelaksanaan kegiatan keagamaan.

“Jika ada yang belum dipahami terkait giat keagamaan suatu agama, warga bisa melakukan klarifikasi atau meminta penjelasan kepada penyuluh agama setempat,” tuturnya. Dengan demikian, diharapkan kejadian serupa tidak terulang lagi dan masyarakat dapat hidup harmonis dengan saling menghormati antarumat beragama.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kemenag berharap masyarakat dapat memahami pentingnya dialog dan saling menghormati antarumat beragama. Dengan demikian, diharapkan dapat tercipta suasana yang harmonis dan damai di tengah keberagaman. “Kami berharap masyarakat dapat memahami pentingnya dialog dan saling menghormati antarumat beragama,” kata Thobib. Ia menambahkan bahwa Kemenag akan terus mengajak masyarakat untuk mengedepankan dialog dan saling menghormati antarumat beragama.

Dengan demikian, diharapkan kejadian serupa tidak terulang lagi dan masyarakat dapat hidup harmonis dengan saling menghormati antarumat beragama. Kemenag akan terus mengajak masyarakat untuk mengedepankan dialog dan saling menghormati antarumat beragama.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://news.detik.com/berita/d-8554726/kemenag-sesalkan-insiden-saat-misa-penghiburan-di-depok-utamakan-dialog, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *