Kaltim Raup Rp 1,5 Triliun dari Pemanfaatan Hutan Berkelanjutan
Kalimantan Timur (Kaltim) kembali mencatatkan keberhasilan dalam memanfaatkan hutan berkelanjutan, dengan meraup Rp 1,5 triliun dari kegiatan usaha kehutanan berbasis masyarakat. Kepala Balai Penyuluhan dan Pengembangan SDM (P2SDM) Wilayah V Elpa Rifadi mengungkapkan bahwa masyarakat sekitar daerah hutan Provinsi Kaltim berhasil mendapatkan nilai transaksi ekonomi mencapai Rp 8,1 miliar selama periode Januari-Mei 2026.
Pemanfaatan Hutan Berkelanjutan
Elpa Rifadi menjelaskan bahwa nilai transaksi finansial tersebut berhasil dihimpun dari kegiatan produktif kelompok tani hutan di area Kabupaten Berau, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Kutai Barat, dan Kota Balikpapan. Menurutnya, sebaran kontribusi perekonomian terbesar disumbangkan oleh Kabupaten Berau yang membukukan perputaran ekonomi mencapai lebih dari Rp 7,87 miliar berkat adanya pengelolaan hasil bumi lokal yang memiliki akses pasar luas.
Meningkatkan Ekonomi Masyarakat
Keberhasilan kelompok tani hutan (KTH) Sei Baruk Lestari dalam menghasilkan miliaran rupiah dari komoditas gubal gaharu membuktikan bahwa pengelolaan hasil hutan bukan kayu tertentu masih menjadi penggerak utama ekonomi kehutanan. Selain mengandalkan komoditas getah dan kulit kayu mentah, masyarakat sekitar rimba kini mulai berinovasi menciptakan nilai tambah tinggi melalui pengembangan produk olahan biomassa, budidaya madu kelulut, hingga sistem pertanian agroforestri kopi.
Mengapa dan Dampak
Mengapa kegiatan usaha kehutanan berbasis masyarakat ini penting? Menurut Elpa, kegiatan ini telah memberikan kontribusi ekonomi yang nyata bagi anggota kelompok sekaligus mendukung pembangunan ekonomi wilayah sekitar kawasan hutan. Dampaknya, masyarakat sekitar hutan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya. “Melihat masih adanya potensi besar yang belum optimal, peningkatan kapasitas usaha dan perluasan kemitraan bisnis akan terus kami dorong supaya pertumbuhan ekonomi kerakyatan menjadi lebih inklusif,” tutur Elpa.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Elpa menambahkan bahwa peningkatan berbagai aktivitas komersial tersebut kini turut menumbuhkan rasa percaya diri pada keanggotaan guna memperkuat partisipasi masyarakat kolektif demi menjaga keseimbangan ekosistem alam hayati. Sebagai langkah antisipasi ke depannya, strategi diversifikasi usaha tetap dijadikan landasan penting agar masyarakat pedalaman terhindar dari ketergantungan fatal terhadap satu jenis produk komoditas unggulan. Dengan demikian, Kaltim diharapkan dapat terus meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan hutan berkelanjutan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/news/read/8119924/pemanfaatan-hutan-berkelanjutan-di-kaltim-hasilkan-nilai-ekonomi, without altering the facts of the original article.