Intimidasi Dokter Icha, 2 Anggota DPRD TTU Diduga Mabuk

Kasus meninggalnya dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni alias Icha (27) yang diduga depresi setelah diintimidasi dua anggota DPRD Kabupaten Timor Tenggara Utara (TTU) masih terus bergulir. Dokter Icha ditemukan meninggal gantung diri dan keluarga menyebut dua anggota DPRD itu diduga mabuk saat mengintimidasi dokter Icha. Berdasarkan hasil pemeriksaan 23 orang saksi, keluarga yakin bahwa insiden ini bermula dari aksi intimidasi yang dilakukan oleh dua anggota DPRD TTU tersebut.

Momen Penentu di Menit Akhir

Menurut keterangan keluarga, insiden bermula ketika dua anggota DPRD TTU, Norbertus Tubani dan Therensius Lazakar, mendatangi IGD RS Leona terkait penanganan pasien anak dengan gigitan ular. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi yang berada di lokasi, keduanya berbau alkohol. “Menurut saksi-saksi yang ada saat itu di Rumah Sakit Leona, Robertus Tubani dan Terensius Lazaka, mengonsumsi minuman keras. Saat keduanya berbicara berhadapan dengan dokter dan petugas medis lainnya, mulut mereka tercium bau alkohol,” kata Fabianus Banase, paman sekaligus juru bicara keluarga.

Keluarga juga menyayangkan tidak adanya CCTV di area IGD RS Leona Kefamenanu. Menurut Fabianus, kondisi tersebut menyulitkan proses pembuktian apabila kasus ini berlanjut ke ranah hukum. “Saat membentak (Icha) itu bau alkohol. Ada juga fotonya yang dikirimkan kepada kami sebagai keluarga,” katanya.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kematian dr. Icha menimbulkan pertanyaan tentang keamanan dan kenyamanan tenaga medis dalam menjalankan tugasnya. Kasus ini juga menyoroti pentingnya pengawasan dan penindakan terhadap perilaku tidak terpuji oleh anggota dewan. “Kami berharap kasus ini dapat ditindaklanjuti secara serius dan tidak hanya berhenti pada tingkat penyelidikan,” kata Fabianus.

Keluarga dr. Icha juga berharap bahwa keadilan dapat ditegakkan dan tidak ada lagi kejadian serupa yang menimpa tenaga medis lainnya. Kasus ini juga menjadi perhatian bagi masyarakat luas untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menghormati dan melindungi tenaga medis dalam menjalankan tugasnya.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kasus kematian dr. Icha masih dalam proses penyelidikan dan keluarga berharap bahwa proses hukum dapat berjalan dengan lancar. “Kami akan terus mengawal kasus ini hingga keadilan dapat ditegakkan,” kata Fabianus.

Kematian dr. Icha meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga dan masyarakat luas. Kasus ini juga menjadi pelajaran bagi kita semua untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menghormati dan melindungi tenaga medis dalam menjalankan tugasnya.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://news.detik.com/berita/d-8551711/keluarga-sebut-2-anggota-dprd-ttu-diduga-mabuk-saat-intimidasi-dokter-icha, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *