Indonesia Jadi Tuan Rumah Kongres Kelas Dunia: Langkah Besar Menuju Emisi Karbon Netral

Indonesia sukses menjadi tuan rumah Kongres Kelas Dunia, yakni Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026, yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang. Event internasional ini menjadi bukti kesiapan Indonesia dalam menggelar pertemuan skala global dengan standar ramah lingkungan yang minim emisi karbon. Langkah strategis ini sejalan dengan target ambisius pemerintah untuk meningkatkan kontribusi devisa sektor industri Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) dari 10 persen menjadi 15 persen pada 2029.

Momen Penentu di Menit Akhir

GSDC 2026 dihadiri lebih dari 5.000 peserta, 500 pembicara, dan delegasi dari 100 negara lebih. Penunjukan ICE BSD sebagai tuan rumah GSDC 2026 merupakan kehormatan besar sekaligus pengakuan terhadap kapasitas dan standar operasional yang telah dibangun. General Manager ICE BSD, Siti Karmila, menekankan bahwa ICE BSD berkomitmen menjadi hub kolaborasi global yang mengintegrasikan aspek operasional dengan tanggung jawab lingkungan.

Dalam implementasinya, ICE BSD menerapkan efisiensi energi lewat pencahayaan alami, lampu LED, sistem daur ulang air, hingga penyediaan EV Charging Station. ICE BSD juga menggandeng Rekosistem untuk mengelola sampah secara terpadu melalui penyediaan tempat sampah terpilah dan reverse vending machine (RVM). Hasilnya, 1,62 ton sampah berhasil dikelola selama acara berlangsung, dengan tingkat pemulihan mencapai 41 persen sampah yang berhasil diselamatkan dari Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) untuk didaur ulang.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Dari total sampah yang dikelola, 14,35 persen merupakan sampah plastik, 10,07 persen sampah kertas, 57,30 persen sampah residu, dan 1,60 persen sampah organik. Upaya ini sukses mereduksi emisi karbon hingga 667,9 kg CO2. Angka penyelamatan lingkungan ini setara dengan beberapa ribu liter bensin yang tidak dibakar. Dengan demikian, event ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan global, tetapi juga menjadi contoh nyata komitmen terhadap lingkungan.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Keberhasilan Indonesia dalam menggelar GSDC 2026 menunjukkan bahwa negara ini mampu menjadi tuan rumah event internasional dengan standar tinggi dan komitmen lingkungan yang kuat. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan Indonesia dalam menggelar event-event besar di masa depan. Selain itu, keberhasilan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kontribusi devisa sektor MICE dan memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi utama untuk event-event internasional.

Dengan keberhasilan ini, Indonesia diharapkan dapat terus meningkatkan kemampuan dan komitmennya dalam menggelar event-event besar yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Dengan demikian, Indonesia dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam menggelar event-event besar yang tidak hanya berdampak positif secara ekonomi, tetapi juga lingkungan.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meski telah mencapai keberhasilan, masih banyak tantangan yang harus dihadapi oleh Indonesia dalam meningkatkan kemampuan dan komitmennya dalam menggelar event-event besar. Oleh karena itu, Indonesia harus terus meningkatkan kemampuan dan sumber dayanya untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut. Dengan kerja sama dan komitmen yang kuat, Indonesia diharapkan dapat terus maju dan menjadi destinasi utama untuk event-event internasional di masa depan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/tekno/read/8130307/saat-kongres-kelas-dunia-minim-emisi-karbon-di-indonesia, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *