Harga Minyak Anjlok, Investor Tunggu Hasil Negosiasi AS-Iran
Momen Penentu di Menit Akhir
Presiden AS Donald Trump pada Senin mengatakan bahwa pembicaraan antara kedua negara akan berlangsung di ibu kota Qatar pada Selasa pekan ini. Ia mengklaim melalui media sosial bahwa Teheran telah “meminta pertemuan” setelah pertukaran serangan udara AS selama akhir pekan. Namun, seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran pada Senin dilaporkan membantah bahwa pembicaraan dijadwalkan dalam beberapa hari mendatang.
Apa yang Terjadi?
Utusan khusus AS Jared Kushner dan Steve Witkoff tiba di Doha pada Selasa, dan seorang juru bicara pemerintah Qatar mengatakan bahwa mereka akan bertemu dengan mediator, bukan langsung dengan pihak Iran. Pesan yang beragam ini tampaknya menggarisbawahi kerapuhan kesepakatan perdamaian sementara yang dicapai oleh AS dan Iran awal bulan ini. Kedua negara menyepakati nota kesepahaman 14 poin pada 17 Juni untuk menghentikan pertempuran yang telah melumpuhkan aliran minyak global melalui Selat Hormuz yang sangat penting secara strategis.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Analis energi mengatakan bahwa mereka terkejut dengan laju aksi jual di pasar minyak, yang jauh lebih agresif daripada yang diperkirakan kebanyakan orang. “Pergerakan harga dalam beberapa minggu terakhir mencerminkan pasar yang memperlakukan gencatan senjata sementara antara AS dan Iran ini sebagai kesepakatan permanen. Ini jelas bukan kasusnya, dan seperti yang telah kita lihat selama empat bulan terakhir, situasinya dapat berubah sangat cepat,” kata para ahli strategi di ING. Morgan Stanley memangkas prediksi harga minyak seiring arus lalu lintas melalui Selat Hormuz kembali lebih cepat dari yang diperkirakan, sementara pasokan Amerika Serikat (AS) yang kuat dan permintaan China yang lemah meningkatkan risiko surplus. Morgan Stanley memangkas perkiraan Brent pada kuartal ketiga 2026 sebesar US$ 15 menjadi US$ 75 per barel.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Meskipun lalu lintas di Selat Hormuz itu melambat pada beberapa bulan terakhir, namun kesepakatan permanen yang menangani masalah nuklir dalam waktu 60 hari akan sangat optimis. “Butuh waktu cukup lama untuk menyepakati gencatan senjata sementara. Mencapai kesepakatan permanen yang menangani masalah nuklir dalam waktu 60 hari akan sangat optimis. Tentu saja, selalu ada potensi gencatan senjata diperpanjang, yang pada dasarnya hanya akan menunda masalah,” kata para ahli strategi ING. Dengan demikian, harga minyak masih memiliki potensi untuk turun lebih lanjut pada kuartal ketiga 2027 menjadi US$ 70.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/bisnis/read/8129134/harga-minyak-tertekan-investor-pantau-negosiasi-as-iran, without altering the facts of the original article.