Gus Ipul Pimpin Upacara Hari Keluarga, Baca Puisi ‘Keluarga’ yang Bikin Haru

Gus Ipul memimpin upacara Hari Keluarga Nasional (Harganas) dengan membacakan amanat dan puisi ‘Keluarga’ yang membuat haru para peserta. Dalam amanatnya, Gus Ipul menyebutkan bahwa Harganas bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi menjadi momentum refleksi untuk memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama pembangunan bangsa.

Momen Penentu di Hari Keluarga

Upacara Harganas yang diperingati setiap 29 Juni ini bertujuan mengingatkan seluruh elemen bangsa bahwa keluarga memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang sehat, tangguh, dan berkualitas melalui kasih sayang, pengasuhan, serta ketahanan keluarga. Gus Ipul mengajak para ayah mengambil peran yang lebih besar dalam pengasuhan anak, karena sangat penting dalam membentuk karakter serta menjaga stabilitas psikologis anak.

Setelah membacakan amanat, Gus Ipul membacakan puisi berjudul ‘Keluarga’ sebagai refleksi mengenai makna keluarga dan pelayanan negara kepada masyarakat. Panas terik matahari pagi tidak mengusik seluruh peserta upacara untuk mendengarkan puisi Gus Ipul dengan khidmat.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Keluarga itu bukan sekadar alamat di kartu tanda penduduk. Keluarga, sering berupa nasi sebungkus yang dibagi lima, selimut tipis yang ditarik pelan agar yang lain mendapat hangat, dan anak-anak yang tetap menggambar matahari meski rumahnya belum tentu terang. Di rumah-rumah kecil itu, negara sering ditunggu.

Bukan sebagai pidato, bukan sebagai spanduk, dan petugas yang tidak membuat mereka merasa kecil. Maka, bila tangan kita menyalurkan bantuan, ingatlah: mungkin itu yang membuat dapur menyala malam ini. Bila kita membetulkan data, ingatlah: mungkin itu yang membuat seorang anak kembali sekolah. Ingatlah: mungkin itu pertama kalinya orang miskin merasa dihormati negara.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Hari Keluarga Nasional ini mengingatkan kita, Ibu harus dikuatkan, ayah harus selalu ada, anak harus dijaga, lansia harus dimuliakan, dan yang rentan jangan ditinggalkan. Sementara itu, rangkaian upacara kali ini juga diisi dengan menyanyikan Mars BKKBN sebagai bentuk penghormatan terhadap semangat pembangunan keluarga Indonesia.

Peringatan Harganas berawal dari gagasan Kepala BKKBN saat itu Haryono Suyono, yang kemudian mendapat persetujuan Presiden Soeharto dan pertama kali diperingati secara nasional di Lampung pada 1993. Gus Ipul berharap, peringatan Harganas dapat menjadi momentum untuk memperkuat peran keluarga dalam pembangunan bangsa.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dengan peringatan Harganas, kita diingatkan bahwa keluarga memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang sehat, tangguh, dan berkualitas. Oleh karena itu, kita harus terus memperkuat peran keluarga dalam pembangunan bangsa. Dengan demikian, kita dapat menciptakan generasi yang sehat, tangguh, dan berkualitas untuk masa depan bangsa.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://news.detik.com/berita/d-8551709/pimpin-upacara-hari-keluarga-gus-ipul-bacakan-puisi-berjudul-keluarga, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *