Dewa 19 hingga Syaharani Menghibur di Gedebage Jazz Festival International 2026
Gedebage Jazz Festival International 2026 sukses memanjakan mata dan telinga para pencinta musik. Bertempat di Summarecon Mall Bandung, Sabtu (27/6/2026), sederet musisi ternama lintas generasi berhasil menciptakan atmosfer magis yang memukau di panggung utama. Festival ini menghadirkan Dewa 19, Indra Lesmana, Syaharani, hingga kolaborasi internasional Julian Chan dan Andrea Chui bersama KLCBS Project. Penampilan mereka bikin penonton larut dalam harmoni nada.
Momen Penentu di Panggung Utama
Salah satu penampil yang mencuri perhatian, Barry Likumahuwa and The Rhythm Service. Tampil energik di panggung utama, Barry Likumahuwa membawakan lagu lawasnya, “Mati Saja.” “Sebenarnya tidak ada rencana membawakan lagu ini, tapi karena ingin main lebih panjang, maka kita putuskan untuk membawakannya. Ini lagu tahun 2008, jadi usianya sudah 18 tahun,” kata Barry Likumahuwa di sela penampilan, yang disambut riuh penonton.
Tak hanya menyajikan jaz modern, ia membawa unsur budaya lokal yang kental ke atas panggung. Barry Likumahuwa mengundang grup legendaris Saung Angklung Udjo untuk berkolaborasi dalam “Rapid Transition,” lagu yang lahir dari kerinduan akan musik Indonesia saat ia berada di luar negeri. “Saya menciptakan lagu ini waktu di San Francisco. Saat itu saya baru sadar musik saya tidak ada unsur Indonesianya. Akhirnya terpikir membuat lagu bernuansa Indonesia, dan bunyi pertama yang muncul di kepala saya adalah bunyi angklung,” kenangnya.
Kolaborasi Internasional yang Mengagumkan
Kolaborasi internasional Julian Chan dan Andrea Chui juga memenangkan hati publik. Lalu, Syaharani dan Bandung Jazz Orchestra mengambil alih panggung lewat suguhan berkonsep broadway dengan lagu “New York.” Syaharani juga membawakan “Perhaps Perhaps Perhaps” milik Doris Day, hingga “Can’t Help Falling in Love” yang dipopulerkan Elvis Presley. “Selamat malam semuanya. Hari ini saya merasa beruntung bisa mendapat kesempatan main dengan salah satu yang terbaik, Bandung Jazz Orchestra,” Syaharani menyapa audiens.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Maestro jaz Indonesia, Indra Lesmana, hadir membawa kolaborasi spesial, Indra Lesmana Sydney Reunion. Membuka penampilan dengan “A Time for Everything”, ia menyapa penonton dengan hangat menggunakan bahasa lokal. “Apa kabar semuanya, kumaha damang? Senang banget bisa di Gedebage Festival. Ini yang ketiga kalinya. Ini luar biasa banget, semoga ajang ini terus konsisten,” ujar Indra Lesmana.
Kejadian ini menunjukkan bahwa musik jazz masih memiliki tempat yang spesial di hati masyarakat Indonesia. Dengan hadirnya berbagai musisi ternama, Gedebage Jazz Festival International 2026 menjadi ajang yang sangat penting bagi para pecinta musik jazz. Diharapkan, festival seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan kesempatan bagi musisi Indonesia untuk tampil dan berkembang.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Dengan kesuksesan Gedebage Jazz Festival International 2026, para pecinta musik jazz dapat berharap bahwa akan ada lebih banyak lagi ajang serupa di masa depan. Jalan panjang yang masih harus ditempuh adalah mempertahankan dan meningkatkan kualitas festival ini, serta memberikan kesempatan bagi musisi-musisi muda untuk tampil dan berkembang. Dengan demikian, musik jazz dapat terus berkembang dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari budaya Indonesia.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/showbiz/read/8062607/keseruan-gedebage-jazz-festival-international-2026-dewa-19-hingga-syaharani-tampil-memukau, without altering the facts of the original article.