Bus Pariwisata Masuk Parit di Semarang, 2 Tewas saat Niat Hati Mau Piknik

Tragedi Bus Pariwisata di Semarang

Bus pariwisata yang membawa rombongan piknik dari Semarang menuju Klaten mengalami kecelakaan di Dusun Sukoharjo, Desa Pabelan, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, pada Selasa (30/6/2026) pagi. Bus Padang Aran bernomor polisi H-7481-OQ melaju di jalur 1 atau ke arah Solo dari arah Semarang, namun pengemudi diduga mengantuk sehingga laju kendaraan oleng ke kiri dan hilang kendali masuk ke ROW (Right of Way). Akibatnya, 2 orang tewas dan 2 orang lainnya luka ringan.

Momen Penentu di Menit Akhir

Kasubnit 1B PJR Dit Lantas Polda Jateng, Ipda Joko Siswanto, mengatakan bahwa kecelakaan nahas itu bermula saat bus melaju di lajur 1, setibanya di Km 454+150A. “Bus perjalanan dari Semarang menuju ke Klaten melaju di lajur 1, Setibanya di Km 454+150A diduga pengemudi mengantuk sehingga laju kendaraan oleng ke kiri hilang kendali masuk ke ROW. Posisi akhir miring di ROW Km 454+200 A,” kata Joko. Bus tersebut dikemudikan oleh Oktafian Budi Pratama (29), warga Kabupaten Grobogan.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kasat Lantas Polres Semarang, Iptu Raymond Daniel Titaheluw, menambahkan bahwa bus tersebut membawa rombongan piknik dari kota Semarang menuju ke Klaten. “Kurang lebih 25 orang. Rombongan piknik dari Ngaliyan Semarang menuju ke Klaten,” kata Raymond. Dua korban tewas akibat luka di bagian kepala, yaitu Sri Purwati (52) dan Abdul Manan (50). Sedangkan dua korban yang terluka, Masrum (48) dan Nury Yana Suryani (33), sudah dievakuasi ke rumah sakit. Kecelakaan ini menjadi perhatian serius bagi pihak terkait untuk meningkatkan keselamatan transportasi, terutama pada jalur yang rawan kecelakaan. Pemerintah dan pihak berwenang harus melakukan evaluasi dan perbaikan pada infrastruktur jalan untuk mencegah kecelakaan serupa terjadi di masa depan. Selain itu, pengemudi juga harus meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan berkendara.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kecelakaan bus pariwisata ini menjadi pengingat bahwa keselamatan berkendara harus menjadi prioritas utama. Pemerintah, pengemudi, dan masyarakat harus bekerja sama untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan berkendara. Selain itu, pihak berwenang juga harus melakukan tindakan tegas terhadap pengemudi yang tidak mematuhi aturan lalu lintas. Dengan kerja sama dan kesadaran yang tinggi, kita dapat mengurangi risiko kecelakaan dan menciptakan lingkungan berkendara yang lebih aman.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://travel.detik.com/travel-news/d-8554122/niat-hati-mau-piknik-bus-pariwisata-di-semarang-malah-masuk-parit-2-tewas, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *