BPOM Peringatkan Bahaya Obesitas pada Anak, Sekolah Diminta Dukung Budaya Pangan Aman
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mengingatkan tentang bahaya obesitas pada anak dan meminta sekolah untuk mendukung budaya pangan aman. Melalui gerakan ‘Gebyar SAPA (Sosialisasi Pangan Aman) Sekolah’, BPOM berupaya menanamkan kesadaran dan membudayakan keamanan pangan sejak dini di lingkungan pendidikan. Obesitas pada anak menjadi perhatian serius karena dapat memicu Penyakit Tidak Menular (PTM) di usia muda. Sekolah diminta untuk mendukung upaya ini dengan memastikan kualitas makanan yang aman dan bergizi.
Gebyar SAPA Sekolah: Upaya BPOM Meningkatkan Kesadaran Keamanan Pangan
Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, memaparkan bahwa pembenahan kualitas makanan di sekolah menjadi instrumen krusial demi menyambut bonus demografi. Anak-anak harus diproteksi dari jajanan sembarangan yang berisiko memicu PTM di usia muda. “Sekolah merupakan lingkungan strategis dalam membentuk kebiasaan konsumsi pangan yang aman dan bergizi. Dalam masa bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045, perlu memastikan setiap anak memperoleh pangan yang aman dikonsumsi dan bergizi,” tegas Taruna.
Mengapa Keamanan Pangan di Sekolah Sangat Penting?
Keamanan pangan di sekolah sangat penting karena anak-anak rentan terhadap pengaruh lingkungan sekitar. Makanan yang tidak aman dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk obesitas dan PTM. Oleh karena itu, BPOM mendorong sekolah untuk memastikan kualitas makanan yang aman dan bergizi. Dengan demikian, anak-anak dapat tumbuh sehat dan memiliki kualitas hidup yang baik.
Apa yang Dilakukan BPOM untuk Meningkatkan Keamanan Pangan di Sekolah?
BPOM melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan keamanan pangan di sekolah, termasuk edukasi cara memilih jajanan sehat, penataan kebersihan (higiene dan sanitasi) di area kantin, hingga memasukkan materi keamanan pangan ke dalam kurikulum pembelajaran serta kegiatan ekstrakurikuler. “Pembudayaan keamanan pangan di sekolah tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan pangan yang aman, tetapi juga melalui pembiasaan memilih pangan yang sehat, penerapan higiene dan sanitasi di kantin sekolah, serta integrasi materi keamanan pangan dalam proses pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler,” tutur Taruna.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Melalui intervensi masif ini, BPOM berharap anak-anak sekolah dapat lebih cerdas memilah asupan mereka, sehingga angka obesitas dapat ditekan dan kesehatan generasi penerus bangsa tetap terjaga dengan optimal. Dengan kerja sama antara BPOM, sekolah, dan orang tua, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang mendukung perilaku hidup sehat secara berkelanjutan. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran dan kebiasaan hidup sehat di kalangan anak-anak sekolah.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-8553159/anak-anak-rentan-obesitas-bpom-dorong-budaya-pangan-aman-di-sekolah, without altering the facts of the original article.