BPOM Ingin MBG Ditingkatkan: Langkah Strategis untuk Menghindari Kasus Keracunan Makanan
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI memiliki peran krusial dalam memastikan keamanan pangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah. Kepala BPOM RI Taruna Ikrar mengungkapkan bahwa lembaganya mengawal seluruh rantai pasok makanan program MBG untuk mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) seperti keracunan makanan pada anak sekolah.
BPOM Awasi Rantai Pasok Makanan MBG
Taruna Ikrar menjelaskan bahwa BPOM mengawasi mulai dari bahan baku, penyiapan, distribusi, hingga pengawasan mitigasi. “Salah satunya adalah mulai dari bahan bakunya, kemudian penyiapannya, distribusinya, hingga pengawasan mitigasinya badan POM mendapat tugas,” ungkap Taruna Ikrar pada awak media di kantor BPOM, Jakarta, Selasa (30/6/2026).
BPOM juga melakukan intervensi pada kesiapan Satuan Pelayanan Pangan Bergizi (SPPG) dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pengelolanya melalui pelatihan dan penyusunan silabus khusus. Terkait sertifikasi operasional dapur atau tempat penyiapan makanan, Taruna meluruskan bahwa eksekusi izin tetap berada di ranah daerah, tetapi standar baku keamanannya merupakan produk dari BPOM.
Tanggung Jawab BPOM dalam Program MBG
Taruna Ikrar menegaskan bahwa BPOM memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan keamanan pangan program MBG. “Memang sertifikat Hygiene Sanitation itu yang keluarkan adalah pemerintah daerah (pemda), Dinas Kesehatan,” terang Taruna. “Tetapi standarnya itu dari Badan POM, standar keamanan, standar macam-macam, bahkan biayanya sebetulnya itu dari dana alokasi khususnya Badan POM.”
Meningkatkan Pengawasan dengan Program Manajemen Risiko
Untuk meningkatkan pengawasan, Taruna berencana mengusulkan penerapan Program Manajemen Risiko (PMR) pada program MBG. “Tapi ke depan saya lihat hubungannya dengan program manajemen risiko. Kita melihat salah satunya statement saya tadi untuk mengurangi atau kita beralih dari mitigasi risiko kepada pencegahan risiko tentu jauh lebih bagus,” tegas Taruna.
Menurutnya, pola pengawasan nasional sudah saatnya beralih dari sekadar menangani dampak masalah atau mitigasi, ke arah memutus potensi masalah sebelum terjadi (pencegahan). “Dan program manajemen risiko intinya adalah pencegahan risiko itu, namanya program manajemen risiko. Oleh karena itu, mungkin bisa diterapkan di Makan Bergizi Gratis, walaupun mungkin bukan kami yang laksanakan,” lanjut dia.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Taruna Ikrar menegaskan bahwa BPOM akan terus berupaya meningkatkan pengawasan dan memastikan keamanan pangan program MBG. “Nantinya, BPOM akan mengusulkan program tersebut ke lembaga terkait untuk dilaksanakan. Taruna menegaskan tidak adanya tumpang tindih tugas, BPOM akan tetap melaksanakan perannya tetapi memberikan masukan sesuai dengan kewenangannya.”
Dengan demikian, program MBG dapat berjalan dengan aman dan efektif, serta memberikan manfaat yang besar bagi anak sekolah dan masyarakat luas.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-8553877/kawal-rantai-pasok-makanan-bpom-ingin-mbg-tak-lagi-ada-kasus-keracunan, without altering the facts of the original article.