Bocoran Tanggal Rilis GTA 6: 19 November, Tapi Harga Xbox Malah Naik
Microsoft baru saja mengumumkan kenaikan harga Xbox mulai 1 Agustus 2026, sekitar tiga setengah bulan sebelum GTA 6 dijadwalkan rilis pada 19 November tahun ini. Dalam situs resmi perusahaan, Microsoft menyebut kenaikan harga Xbox dipicu lonjakan biaya penyimpanan dan memori hingga lebih dari 2,5 kali lipat, dan diperkirakan akan semakin melonjak jelang musim gugur 2027. Komponen tersebut menjadi semakin mahal karena produsen chip global sedang memprioritaskan pasokan untuk kebutuhan infrastruktur kecerdasan buatan atau AI.
Momen Penentu di Menit Akhir
Mulai 1 Agustus, Xbox Series S versi 512GB akan naik USD 100 menjadi sekitar USD 500 atau sekitar Rp 8,9 jutaan. Sementara untuk Xbox Series X kini mulai dijual seharga USD 750 atau Rp 13,4 juta. Raksasa teknologi ini juga memastikan Xbox Series X 2TB versi 2024 tidak akan lagi tersedia di pasaran. âPada Oktober lalu, kami menaikkan harga konsol Xbox sebesar USD 20 hingga USD 70 di AS,â tulis Microsoft, sebagaimana dikutip dari blog resmi perusahaan, Senin (29/6/2026).
Microsoft mengaku sempat berharap tidak perlu kembali menaikkan harga, tetapi tekanan biaya dari pemasok membuat keputusan itu sulit dihindari. Perusahaan berbasis di Redmond itu juga menyebut, harga memori dan storage konsol telah meningkat lebih dari 2,5 kali lipat. Microsoft juga memperkirakan, biaya tersebut bisa kembali naik dua kali lipat pada musim gugur 2027. Namun Microsoft menyebut konsol menanggung beban paling berat dibanding kategori produk lain.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
“Berbeda dengan ponsel, komputer, speaker, dan perangkat konsumen lain, konsol umumnya tidak dijual dengan mengambil keuntungan, melainkan di bawah biaya produksi,” kata Xbox. Pengumuman ini langsung berdampak ke pasar. Saham Microsoft turun 3,5 persen pada hari Kamis. Saham Apple, yang mengumumkan kenaikan harga MacBook dan iPad di hari yang sama, terkoreksi lebih dalam hingga 6,1 persen.
Apple akhirnya memutuskan untuk menaikkan harga hampir seluruh lini perangkat mereka secara global mulai hari ini, Jumat (26/6/2026), mulai dari HomePod, iPad, MacBook, Mac Studio, Vision Pro, hingga Apple TV. Penyesuaian harga ini sangat jarang dilakukan oleh perusahaan berbasis di Cupertino tersebut. Kenaikan harga ini merupakan imbas dari lonjakan harga komponen memori di berbagai perangkat Apple.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Perubahan harga produk ini sempat dikonfirmasi oleh CEO Apple, Tim Cook, ketika dirinya diwawancara The Wall Street Journal. Kala itu, Tim Cook, menyebut, âsayangnya, kenaikan harga tidak dapat dihindari.â Cook mengatakan, Apple telah berupaya menahan dampak kenaikan biaya agar tidak sepenuhnya dibebankan kepada konsumen. Tetapi, kondisi pasar komponen saat ini membuat ruang gerah perusahaan semakin terbatas.
Terlepas dari hal tersebut, kabar melegakan datang dari lini iPhone. Hingga saat ini, seluruh seri iPhone yang beredar secara global masih belum mengalami kenaikan harga. Tak hanya itu, perangkat seperti AirPods, Apple Pencil, dan Studio Display juga dijual dalam banderol harga lama.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Dari sekian perangkat Apple yang naik harga, lini Mac menjadi kategori dengan lonjakan paling terasa. Salah satu paling terlihat jelas adalah MacBook Neo, laptop entry-level yang baru diluncurkan Apple beberapa bulan lalu. Saat dirilis, MacBook Neo dengan penyimpanan 256GB dijual seharga USD 599 atau sekitar Rp 10,7 jutaan. Kini, laptop tersebut dijual USD 699 atau sekitar Rp 12,58 juta, naik USD 100 dari harga sebelumnya.
Kenaikan lebih besar terjadi pada MacBook Pro 16 inci. Laptop tersebut kini dijual USD 2.999 atau sekitar Rp 53,9 jutaan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/tekno/read/8080542/gta-6-rilis-19-november-harga-xbox-justru-makin-mahal, without altering the facts of the original article.