Banyuwangi Gerakkan Pendidikan Inklusif, Ribuan Anak Rentan Putus Sekolah Terima Bantuan

Banyuwangi Gerakkan Pendidikan Inklusif

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus memperkuat upaya menekan angka putus sekolah melalui berbagai program bantuan pendidikan. Ribuan anak yang masuk kategori rentan putus sekolah kini dapat melanjutkan pendidikan mereka berkat sejumlah skema yang dijalankan. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen memastikan setiap anak memperoleh hak yang sama untuk mengenyam pendidikan hingga jenjang SMA atau sederajat. Pendidikan inklusif menjadi fokus utama dalam upaya meningkatkan akses pendidikan bagi semua anak.

Apa yang Terjadi?

Program Rintisan Desa Tuntas Wajib Belajar 12 Tahun (Rindu Bulan) menjadi salah satu upaya yang dijalankan untuk mengoptimalkan kolaborasi berbasis desa dan kelurahan dalam mendata sekaligus mengembalikan Anak Tidak Sekolah (ATS) ke jalur pendidikan. Sejak diluncurkan pada 2023, Rindu Bulan telah berhasil mengembalikan 3.259 Anak Tidak Sekolah (ATS) ke bangku pendidikan. Selain itu, Pemkab Banyuwangi juga melakukan penyisiran terhadap anak-anak yang berpotensi putus sekolah hingga ke tingkat desa.

Mengapa dan Dampaknya

Menurut Ipuk, tidak boleh ada anak yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan apapun persoalannya. Setiap anak berhak mendapatkan haknya untuk bersekolah melalui berbagai skema bantuan. Program-program seperti Rindu Bulan dan SAS (Siswa Asuh Sebaya) bertujuan untuk menanamkan empati dan menjadi jaring pengaman sosial di lingkungan sekolah. Dengan kolaborasi banyak pihak, diharapkan semakin banyak anak Banyuwangi yang bisa menyelesaikan pendidikannya. Pendidikan merupakan salah satu kunci memutus rantai kemiskinan.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Pemkab Banyuwangi masih memiliki pekerjaan rumah dalam memastikan setiap anak dapat menyelesaikan pendidikannya. Proses pendampingan dan verifikasi data anak rentan putus sekolah terus dilakukan untuk menentukan afirmasi atau bantuan yang paling sesuai. Dengan komitmen dan kolaborasi yang kuat, diharapkan upaya meningkatkan akses pendidikan inklusif di Banyuwangi dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi anak-anak di daerah tersebut.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/news/read/8248030/banyuwangi-entaskan-ribuan-anak-rentan-putus-sekolah-lewat-berbagai-bantuan-pendidikan, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *