Babi Hutan dan Monyet Liar Mengancam Ladang Petani Badui, Kerugian Meluas

Babi Hutan dan Monyet Liar Mengancam Ladang Petani Badui

Babi hutan dan monyet liar menjadi ancaman bagi petani Badui di Blok Cicuraheum, Kecamatan Gunungkencana, Kabupaten Lebak, Banten. Serangan satwa liar tersebut merusak tanaman di lahan seluas sekitar lima hektare, yang menyebabkan petani mengalami kerugian. “Kami mestinya dari usaha pertanian ladang menghasilkan pendapatan Rp25 juta, namun kini merugi karena tanaman rusak akibat serangan binatang itu,” kata Sarja (50) seorang petani Badui.

Serangan Satwa Liar

Kawanan monyet datang pukul 12.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB berkelompok antara 20 sampai 30 ekor menyerang tanaman pertanian pisang, singkong, ubi, jagung, tiwu endog, cabai dan lainnya sekitar pukul 01.10 WIB sampai pukul 03.00 WIB dini hari. Sementara, serangan babi hutan pada dini hari sekitar pukul 02.00 sampai 03.30 WIB. Serangan kawanan babi hutan dan monyet tidak hanya mengakibatkan kerusakan tanaman, tetapi juga menimbulkan rasa takut di kalangan petani Badui.

Mengapa Serangan Satwa Liar Meningkat?

Menurut Karna (55), petani Badui lainnya, serangan satwa liar meningkat karena alih fungsi lahan dan perubahan habitat. “Kami menduga satwa itu kelaparan yang biasanya mencari makanan sekitar hutan aliran sungai, namun kini sudah kehilangan habitatnya,” tutur dia. Populasi binatang menyerang tanaman petani setelah adanya alih fungsi lahan, karena habitatnya di kawasan hutan dieksploitasi pertambangan batu. Selain itu juga pesatnya pembangunan permukiman, jalan ton, sehingga monyet kesulitan untuk mencari makanan.

Dampak dan Upaya Pencegahan

Serangan kawanan monyet dan babi hutan telah berlangsung selama dua bulan terakhir dan menyebabkan kerugian yang cukup besar bagi para petani. “Kami hanya pasrah dan kemungkinan serangan binatang itu sudah saatnya merusak tanaman pertanian palawija dan hortikultura,” tutur Sarja. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar mengatakan pihaknya berharap petani Badui dapat melakukan pencegahan agar pertanian ladang tidak diserang kawanan babi hutan dan monyet. “Pencegahan itu bisa dengan cara membuat bebegig atau pakaian manusia dan dilengkapi kaleng dengan ikatan tambang dan jika ada binatang itu bisa tambang ditarik hingga berbunyi keras,” jelas dia.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Petani Badui masih harus menempuh jalan panjang untuk mengatasi masalah serangan satwa liar. Kerugian yang dialami petani Badui tidak hanya berdampak pada pendapatan mereka, tetapi juga pada ketahanan pangan. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya pencegahan dan penanganan yang efektif untuk mengatasi masalah ini. Dengan demikian, petani Badui dapat kembali menjalankan usaha pertanian mereka dengan tenang dan aman.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/news/read/8072417/babi-hutan-dan-monyet-teror-ladang-petani-badui, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *