Dinasti Shang membangun Aodu (隞都, Ibu kota Ao) atau Bodu (亳都, Ibu kota Bo) di Zhengzhou.[8] Ibu kota prasejarah tersebut telah ditinggalkan dan menjadi reruntuhan jauh sebelum era Kaisar Pertama Tiongkok pada 260 SM. Sejak tahun 1950, temuan arkeologis di kota bertembok Zhengzhou Timur memberikan bukti tentang adanya pemukiman Dinasti Shang.[9][10] Di luar kota Zhengzhou, sisa-sisa bangunan besar dan kompleks pemukiman kecil juga telah ditemukan. Situs ini umumnya diidentifikasi sebagai bekas Kota Ao, ibu kota Dinasti Shang dan dijadikan monumen Reruntuhan Dinasti Shang di Guancheng. Dinasti Shang, yang terus-menerus memindahkan ibu kotanya karena sering dilanda bencana alam, meninggalkan Kota Ao sekitar abad ke-13 SM. Namun demikian, kota tersebut masih sering didiami, terbukti dengan telah ditemukannya Makam Zhou (setelah 1050 SM).[11] Legenda lokal mengisahkan bahwa pada periode Zhou Barat (1111-771 SM), Kota Ao menjadi wilayah kekuasaan keluarga bernama Guan, sehingga dinamakan "Guancheng" (Kota Guan), dan dari kota ini kemudian berkembang istilah "xian" (县/縣, county) sejak akhir abad ke-6 SM. Kota ini pertama kali menjadi pusat pemerintahan prefektur pada 587 M, ketika saat itu dinamakan Guanzhou. Pada tahun 605, kota ini untuk pertama kalinya disebut Zhengzhou hingga saat ini.[12]
Nama kota "Zhengzhou" sudah digunakan sejak Dinasti Sui (582 M), tetapi untuk kota lain yang terletak di Chenggao. Pemerintah Kota Zhengzhou sempat pindah ke kota kontemporer selama Dinasti Tang. Zhengzhou menjadi tekenal pada masa Dinasti Sui (581-618), Dinasti Tang (618-907) dan awal Dinasti Song (960-1127), ketika Zhengzhou menjadi bagian hulu Kanal Bian Baru, yang tersambung dengan Sungai Kuning di barat laut. Di Heyin, yang masih termasuk wilayah Zhengzhou, terdapat sebuah kompleks lumbung yang luas, didirikan untuk memasok Chang'an (sekarang bernama Xi'an), ibu kota Luoyang di barat dan pasukan perbatasan di utara. Namun, pada periode Dinasti Song, pemindahan ibu kota ke Kaifeng yang berada di timur Zhengzhou, membuat peran penting Zhengzhou menjadi jauh berkurang.[butuh rujukan]
Pada tahun 1903, jalur Kereta Api Beijing-Hankou melintasi Zhengzhou dan pada tahun 1909, tahap pertama jalur Kereta Longhai membuat Zhengzhou terhubung dari timur ke barat yaitu Kaifeng dengan Luoyang, kemudian diperpanjang ke arah timur hingga ke pantai di Lianyungang, Jiangsu, dan ke arah barat hingga ke Xi'an (Chang'an), Shaanxi, serta ke Shaanxi barat. Zhengzhou, dengan demikian menjadi persimpangan kereta api utama dan pusat regional produksi kapas, biji-bijian, kacang, dan produk pertanian lainnya.[butuh rujukan] Pada awal tahun 1923, terjadi pemogokan buruh yang dimulai dari Zhengzhou hingga menyebar ke kota-kota lain yang ada di sepanjang jalur rel kereta api, sebelum akhirnya berhasil dihentikan. Untuk memperingati peristiwa pemogokan ini, dibangun menara kembar 14 lantai di pusat kota. Pada 10 Juni 1938, Tentara Revolusioner NasionalChiang Kai-shek membuka tanggul penahan Sungai Kuning di Huayuankou (antara Zhengzhou dan Kaifeng), dalam upaya untuk membendung gelombang invasi Jepang, tetapi kebijakan tersebut mengakibatkan banjir Sungai Kuning tahun 1938 yang menewaskan ratusan ribu penduduk.[13]
Zhengzhou memiliki pabrik perbaikan lokomotif, bakal pelanting, perakitan traktor, dan stasiun pembangkit panas. Pertumbuhan industri kota telah menyebabkan jumlah populasi Zhengzhou terus meningkat, yang sebagian besar berasal dari pekerja industri yang datang dari utara. Proyek pengalihan air dan stasiun pompa, yang dibangun pada tahun 1972, telah menyediakan irigasi bagi pedesaan-pedesaan yang ada di sekitar Zhengzhou.[butuh rujukan] Kota ini juga memiliki universitas pertanian.
Referensi
↑最新人口信息 www.hongheiku.com (dalam bahasa Chinese). hongheiku. Diakses tanggal 2021-01-12. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
↑Liu Yue (劉岳code: zh is deprecated ) (2007). "Investigating the Reasons for Tang of Shang's Fortifications at Zhengzhou" 商湯在鄭州筑城建都的原因追蹤)《尋根》 [Investigating the Reasons for Tang of Shang's Fortifications at Zhengzhou]. Xungen 尋根 (dalam bahasa Tionghoa). 5. Zhengzhou Publishing. ISSN1005-5258. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
↑A H Dani (1992), Critical Assessment of Recent Evidence on Mohenjo-daro, Second International Symposium on Mohenjo-daro, 24–27 February.
↑豫现3600年前世界大都市[Henan's 3,700 Year-old Metropolis]. Weiwenpo.cn Henan (dalam bahasa Tionghoa). December 24, 2010. Diakses tanggal February 7, 2012.[pranala nonaktif permanen]
↑ 郑州市地方史志编纂委员会 [Zhengzhou Region Historical Records Committee Compilation] (dalam bahasa Tionghoa). Zhongzhou Antiquarina Book Publishing (中州古籍出版社code: zh is deprecated ). 1999. ISBN7-5348-1869-9.
↑隞都郑州与郑州小双桥遗址 (dalam bahasa Tionghoa). Diarsipkan dari asli tanggal 2012-04-03. Diakses tanggal 2011-09-26.