Zhao Mingcheng lahir di Zhucheng, Shandong dalam keluarga sarjana-pejabat yang makmur. Dia adalah putra ketiga dari pegawai negeri sipil Zhao Tingzhi (趙挺之), yang menjabat sebagai perdana menteri (尚書右仆射) pada masa pemerintahan Kaisar Huizong. Zhao menghabiskan sebagian besar masa mudanya di ibu kota Bianjing (sekarang Kaifeng) dan belajar di akademi kerajaan Taixue jurusan ilmu klasik. Pada 1101 ia bertemu dengan Li Qingzhao yang berusia 18 tahun dan keduanya dengan cepat jatuh cinta. Pernikahan mereka disambut meriah di kalangan para sastrawan. Pasangan itu memiliki minat yang kuat terhadap karya seni dan epigrafi, mereka berjanji untuk mengumpulkan barang antik sebanyak mungkin demi penelitian di masa depan.[1]
Zhao terinfeksi disentri dalam perjalanannya ke Huzhou. Pada 3 September 1129, Zhao meminta kuas tinta untuk menulis puisi terakhirnya dan kemudian maeninggal.[2] Zhao meninggal sebelum Jin Shi Lu diterbitkan. Istrinya, Li Qingzhao mengoreksi dan mengedit naskahnya yang masih ada dan menyelesaikan buku itu, yang akhirnya diterbitkan pada tahun 1132. Li Qingzhao menulis sebuah esai yang menceritakan upaya pasangan itu ketika membuat komposisi Jin Shi Lu, yang kemudian diterbitkan bersama dengan Jin Shi Lu. Esainya yang bertajuk (金石錄後序) terkenal akan isinya tentang nostalgia perjuangan hidup pasangan itu dengan kesengsaraan yang intens.