Zhang Shuai (Hanzi:张帅; Pinyin:Zhāng Shuài; Mandarin pronunciation:[tʂɑ́ŋʂwâɪ]; lahir 21 Januari 1989) adalah seorang pemain tenis profesional asal Tiongkok.
Ia merupakan juara Grand Slam dua kali di nomor ganda putri, setelah menjuarai Australia Terbuka2019 dan AS Terbuka2021, keduanya berpasangan dengan Samantha Stosur. Zhang juga menjadi runner-up di Kejuaraan Wimbledon2022 bersama Elise Mertens,dan telah mencapai empat semifinal besar lainnya di nomor ganda putri dan campuran. Ia memiliki peringkat ganda tertinggi dalam kariernya, yaitu peringkat 2 dunia, yang diraihnya pada Juli 2022, dan telah memenangkan 12 gelar di WTA Tour, termasuk Cincinnati Terbuka2021 bersama Stosur. Zhang juga telah dua kali lolos ke Final WTA.
Ia juga menikmati kesuksesan di nomor tunggal, dan mencapai peringkat tertinggi di nomor 22 dunia pada Januari 2023. Zhang telah memenangkan tiga gelar tunggal WTA, di Guangzhou International pada tahun 2013 dan 2017, dan Lyon Open2022, dan menjadi runner-up di tiga turnamen lainnya. Dia telah mencapai dua perempat final utama, di Australia Terbuka2016 dan Kejuaraan Wimbledon2019.[1] Bersama Li Na, Zheng Jie, Peng Shuai, dan Wang Qiang, Zhang adalah salah satu dari hanya lima pemain tenis Tiongkok yang telah mencapai tahap ini di Grand Slam. Ia telah mewakili Tiongkok di Piala Billie Jean King sejak 2009, dan juga berkompetisi di 2012 dan 2016.
Karier
Zhang, yang lahir di Tianjin, mulai bermain tenis pada usia enam tahun, ketika orang tuanya membawanya ke klub tenis lokal.
Ia menjadi petenis profesional pada tahun 2003 dan memainkan pertandingan tunggal pertamanya di Mollerusa pada bulan Agustus tahun itu. Setelah mengalahkan Matilde Munoz-Gonzalves di babak kualifikasi pertama, ia kalah dari Laura Figuerola-Foix.[2] Setelah satu tahun penuh di ITF Women's Circuit, Zhang mengakhiri tahun 2004 dengan peringkat akhir tahun di urutan ke-901. Setelah satu tahun penuh di ITF Women's Circuit, Zhang mengakhiri tahun 2004 dengan peringkat akhir tahun di urutan ke-901. Ia menikmati kesuksesan yang cukup besar di nomor tunggal pada turnamen ITF, setelah memenangkan satu turnamen senilai 50 ribu dolar AS, delapan turnamen senilai 25 ribu dolar AS, dan tiga turnamen senilai 10 ribu dolar AS antara tahun 2006 dan 2009. Namun, hingga Oktober 2009, ia hanya memenangkan dua turnamen utama di WTA Tour. Namun, ia memenangkan gelar tunggal pertamanya di Guangzhou Terbuka 2013 sebagai peserta wildcard.
Pada tanngal 21 September 2013, Zhang memenangkan gelar tunggal WTA pertama dalam kariernya di Guangzhou Terbuka, mengalahkan petenis AS Vania King di pertandingan final.[4]
Zhang memulai musim 2016 dengan mengikuti turnamen Shenzhen Ternuka.Di babak pertama, ia mengalahkan sesama petenis wildcard, Irina Khromacheva, dengan straight set sebelum kalah dari unggulan teratas sekaligus juara bertahan, Agnieszka Radwańska, di babak kedua.[5]
Sebelum Australia Terbuka2016, Zhang mempertimbangkan untuk pensiun karena kurangnya kesuksesan di turnamen besar, setelah tidak pernah memenangkan pertandingan di babak utama dalam 14 kali percobaan.[6] Ia berhasil lolos ke babak utama dengan mengalahkan Mandy Minella, Tereza Martincová dan Virginie Razzano. Di babak pertama, Zhang membuat kejutan besar dengan mengalahkan petenis nomor dua dunia, Simona Halep, dengan straight set, dan akhirnya mengakhiri puasa kemenangannya pada percobaan ke-15. Baik dia dan pelatihnya terlihat menangis selama waktu antara pertandingan dan wawancara di lapangan, serta wawancara itu sendiri, di mana Zhang menangis tersedu-sedu. Setelah kemenangan berikutnya atas Alizé Cornet dan Varvara Lepchenko, ia kemudian melaju ke babak keempat[7][8] di mana ia mengalahkan Madison Keys yang sedang cedera dalam tiga set dan melaju ke perempat final di mana ia dikalahkan oleh Johanna Konta dengan straight set. Ia menjadi pemain China keempat yang mencapai perempat final Grand Slam setelah Li Na, Zheng Jie dan Peng Shuai.[9]