Raja Zarith Sofiah binti Almarhum Sultan Idris Shah (Jawi: راج زاريث صوفية بنت المرحوم سلطان إدريس شاهcode: ms is deprecated ; lahir 14 Agustus 1959) merupakan Raja Permaisuri Agong Malaysia dan Permaisuri Johor sebagai istri Sultan Ibrahim ibni Almarhum Sultan Iskandar Al-Haj. Terlahir dalam keluarga kerajaan Perak, ia menikah dengan Sultan Ibrahim, yang saat itu masih menjadi penerus takhta Johor, ketika sedang berkuliah di Somerville College, Oxford. Kini, ibu dari enam anak ini aktif terlibat dalam berbagai kegiatan organisasi non-pemerintah serta universitas, dan juga rutin menulis kolom untuk surat kabar.
Kehidupan awal dan pendidikan
Raja Zarith Sofiah binti Raja Idris Shah lahir di Rumah Sakit Batu Gajah, di Perak, pada tanggal 14 Agustus 1959 dari pasangan Sultan Idris Shah II dari Perak dan Raja Perempuan Muzwin binti Raja Ariff Shah sebagai anak ketiga dan putri kedua dari lima bersaudara.[1][2] Saudara-saudara seibunya bernama Raja Nazhatul, Raja Iskandar, Raja Jamil, dan Raja Radziatul. Orang tuanya masih bersepupu dekat; kakeknya dari pihak ibu adalah sepupu Sultan Idris Shah II. Selain itu, Raja Zarith Sofiah juga merupakan sepupu kedua Sultan Azlan Shah dari Perak. Kakek Sultan Azlan, Raja Zarith Sofiah, serta Raja Perempuan Muzwin adalah anak Sultan Idris Shah I, tetapi semuanya berlainan ibu.[3]
Pada tanggal 22 September 1982, Raja Zarith Sofiah menikah dengan Tunku Ibrahim Ismail, yang kala itu masih menjadi Tunku (Pangeran) Mahkota Johor.[5] Gelarnya setelah menikah adalah Yang Amat Mulia Raja Zarith Sofiah, Isteri Tunku Mahkota Johor.
Tunku Ibrahim Ismail diangkat menjadi Sultan Johor ke-25 setelah ayahnya mangkat pada tanggal 23 Januari 2010. Bertepatan dengan perayaan ulang tahun Sultan Ibrahim yang ke-52 pada tanggal 22 November 2010, Raja Zarith Sofiah mendapatkan gelar Duli Yang Maha Mulia.[6] Gelar ini disandangnya hingga penobatannya pada tanggal 23 Maret 2015. Pada hari penobatannya, Raja Zarith Sofiah resmi dianugerahi gelar Permaisuri Johor[7][8] dengan sebutan Duli Yang Maha Mulia.[9]
Raja Zarith Sofiah dan Sultan Ibrahim memiliki enam orang anak:[10]
Raja Zarith Sofiah saat ini memegang sejumlah jabatan, di antaranya rektor Universiti Teknologi Malaysia,[11] Penasihat Kerajaan untuk Bulan Sabit Merah Malaysia, Ketua Yayasan Raja Zarith Sofiah Negeri Johor (YRZSNJ), serta Ketua Yayasan Kanker Tunku Laksamana Johor (TLJCF). Selain itu, ia juga merupakan Anggota Sekolah Studi Bahasa dan Linguistik Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM).[12]
Ia juga pernah menyampaikan pidato kunci di Konferensi Bahasa Internasional UKM 2011.[13] Sejak Michaelmas 2011, ia menjadi Pelindung Kerajaan untuk Oxford University Malaysia Club (OUMC).[14] Raja Zarith Sofiah juga merupakan penggagas utama dalam upaya meningkatkan penggunaan bahasa Inggris di Malaysia.[15][16] Selain fasih berbahasa Melayu dan Inggris, ia juga menguasai bahasa Mandarin, Italia, dan Prancis.[4]
Raja Zarith Sofiah juga menulis (dan turut menggambar ilustrasi) sejumlah buku anak-anak, di antaranya Puteri Gunung Ledang. Di samping itu, ia juga menyumbangkan tulisan untuk kolom "Mind Matters" di koran The Star (sebelumnya juga menulis di koran New Straits Times).[4]
Raja Zarith Sofiah aktif mendukung berbagai organisasi amal dan non-pemerintah dengan menjadi pelindung beberapa organisasi, seperti Asosiasi Anak Spastik Johor, Yayasan Jantung Klub RotaryTebrau, dan Asosiasi Pengajaran Bahasa Inggris Malaysia.[1][16] Selain itu, ia juga merupakan Ketua Komite Layanan Masyarakat di Bulan Sabit Merah Malaysia.[12]
Raja Zarith Sofiah juga berperan aktif dalam kegiatan keagamaan. Terdapat sebuah yayasan yang mengambil namanya, yaitu Yayasan Raja Zarith Sofiah Negeri Johor (YRZSNJ), yang resmi diluncurkan pada tanggal 28 November 2012 di kampus Universiti Teknologi Malaysia, Kuala Lumpur.[17] Yayasan ini bertujuan untuk menggalang dana untuk berbagai program pendidikan.[18] Yayasan ini didirikan setelah sang Sultan dan Permaisuri Johor menyetujui proposal dari Universiti Teknologi Malaysia, sejalan dengan tujuan Royal Johor Institution untuk mengembangkan ajaran Islam.[18]
14 Agustus 1959 – 4 Januari 1963: Yang Mulia Raja Zarith Sofiah binti Raja Idris Shah
5 Januari 1963 – 22 September 1982: Yang Amat Mulia Raja Zarith Sofiah binti Sultan Idris Al-Mutawakil Alallahi Shah
22 September 1982 – 31 Januari 1984: Yang Amat Mulia Raja Zarith Sofiah binti Sultan Idris Shah, Isteri Tunku Mahkota Johor
31 Januari 1984 – 23 Januari 2010: Yang Amat Mulia Raja Zarith Sofiah binti Almarhum Sultan Idris Shah, Isteri Tunku Mahkota Johor
23 Januari 2010 – 22 November 2010: Yang Amat Mulia Raja Zarith Sofiah binti Almarhum Sultan Idris Shah, Paduka Suri Sultan Johor
22 November 2010 – 23 Maret 2015: Duli Yang Maha Mulia Raja Zarith Sofiah binti Almarhum Sultan Idris Shah[19]
23 Maret 2015 – 30 Januari 2024: Duli Yang Maha Mulia Raja Zarith Sofiah binti Almarhum Sultan Idris Shah, Permaisuri Johor
31 Januari 2024 – sekarang: Kebawah Duli Yang Maha Mulia Seri Paduka Baginda Raja Permaisuri Agong XVII Raja Zarith Sofiah[20]
Gelar lengkap Raja Zarith Sofiah dalam bahasa Melayu adalah Kebawah Duli Yang Maha Mulia Seri Paduka Baginda Raja Permaisuri Agong Raja Zarith Sofiah, D.K. (I), D.K. (II), D.M.N., S.P.M.J., S.M.I.J., P.S.I., D.K. (Perak), S.P.C.M.[20][21]
Pangkat Kedua Darjah Kerabat Johor Yang Amat Dihormati (D.K. II)
Darjah Mahkota Johor Yang Amat Mulia Pangkat Pertama, Dato’ Sri Paduka Mahkota Johor (S.P.M.J) – Datin Paduka
Darjah Sultan Ibrahim Johor Yang Amat Disanjungi Pangkat Pertama, Dato’ Sri Mulia Sultan Ibrahim Johor (S.M.I.J) – Datin Paduka (23 Maret 2017)[22][23][24]
Pangkat Pertama Medali Penobatan Sultan Ibrahim (P.S.I, 23 Maret 2015)
12"D.Y.M.M Sultan Johor". Government of Johor. Diarsipkan dari asli tanggal 13 Juni 2011. Diakses tanggal 5 Juni 2011.
↑"Perak". Genealogical Gleanings. Diarsipkan dari asli tanggal 20 Februari 2005. Diakses tanggal 4 Juni 2011.
123Lim, Teck Ghee (18 November 2010). "Royalty Extraordinaire". Centre of Policy Initiatives. Diarsipkan dari asli tanggal 21 Juli 2011. Diakses tanggal 5 Juni 2011.