Menurut orang Inggris yang mengunjunginya tahun 1684, usianya ketika itu sekitar 40 tahun. Ia digambarkan sebagai orang bertubuh tegap dan suaranya lantang. Inggris yang hendak membangun sebuah benteng pertahanan guna melindungi kepentingan dagangnya ditolak Ratu dengan mengatakan, Inggris boleh berdagang, tetapi tidak dizinkan mempunyai benteng sendiri.[1]
Tamu lainnya adalah kedatangan utusan dari Makkah. Tamu tersebut bernama Syarif Yusuf Al-Qudsi yang diutus oleh Amir Syarif Barakat IV yang datang tahun 1683. Ratu meninggal 3 Oktober1688, lalu ia digantikan oleh Sultanah Zainatuddin Kamalat Syah.[1]