Zafry Zamzam (15 September 1918 – 23 Desember 1972) adalah seorang ulama, pendidik, politisi, dan tokoh pers Indonesia asal Kalimantan Selatan. Ia dikenal sebagai rektor pertama IAIN Antasari Banjarmasin (sekarang UIN Antasari Banjarmasin) yang menjabat sejak pendirian kampus pada 20 November 1964.[1] Selain sebagai akademisi, ia aktif dalam perjuangan kemerdekaan, organisasi politik, serta dunia pers di Kalimantan.[2]
Riwayat Hidup
Keluarga
Zafry Zamzam lahir dari keluarga petani di Desa Sirih, Kalumpang, Hulu Sungai Selatan. Ia merupakan anak tertua dari lima bersaudara. Ayahnya bernama Zamzam dan ibunya bernama Ijum.
Pendidikan
Sekolah pertamanya adalah Volkschool yang ia tamatkan pada 1925. Setelah itu, ia melanjutkan ke Sekolah Guru Desa (Cursus Volk Onderwijzer) di Kandangan dan lulus pada 1930. Pendidikan selanjutnya ia jalani di Madrasah Islam Kandangan hingga tamat pada 1935.
Pada tahun 1938, ia kembali ke Kandangan dan mulai mengabdi sebagai guru di Alabio. Selain mengajar, ia aktif menulis dan kemudian mendirikan serta mengelola majalah Bingkisan. Ia juga berkiprah di dunia pers perjuangan melalui harian Kalimantan Berjuang dan majalah Republik.
Aktivisme dan Politik
Zafry aktif di berbagai organisasi Islam dan politik, antara lain Musyawaratut Thalibin, Partai Islam Indonesia, dan Serikat Kerakyatan Indonesia. Karena aktivitasnya yang nasionalis dan kritis terhadap kolonialisme, ia sempat ditangkap oleh Jepang dan Belanda.
Setelah kemerdekaan Indonesia, Zafry menjabat sebagai anggota DPRD Hulu Sungai Selatan dan kemudian sebagai Kepala Jawatan Penerangan Kalimantan Selatan.
Rektor IAIN Antasari
Pada 20 November 1964, pemerintah Indonesia meresmikan IAIN Antasari Banjarmasin. Zafry Zamzam ditunjuk sebagai rektor pertama dan berperan penting dalam membangun fondasi akademik serta kelembagaan kampus tersebut.[1]